Page 173 - index
P. 173

Perilaku Adiktif Membaca: Gaya Hidup dan Cita Rasa Remaja Urban        161


              melengkung panjang, mata yang lebarnya terkadang memenuhi sekitar
              sepertiga wajah sang tokoh, desain baju yang detail dan menarik, dengan
              rumbai-rumbai dan asesoris yang indah, semuanya adalah kombinasi unsur
              atau eleman bacaan yang membuat remaja urban kecanduan untuk terus
              membaca komik grafi s.
                    Di kalangan remaja urban, berburu komik grafi s adalah salah satu
              aktivitas yang biasanya dilakukan ketika mereka libur sekolah. Hari Sabtu
              dan Minggu atau hari besar lain, bagi remaja urban yang gemar membaca,
              maka salah satu aktivitas yang nyaris selalu dilakukan adalah jalan-jalan ke
              berbagai pusat perbelanjaan dan berkunjung ke kios atau toko buku yang
              banyak menjajakan komik-komik grafi s seri terbaru. Kekhasan komik grafi s
              yang disukai remaja urban, selain gambarnya menarik, dimana sosok sang
              tokoh selalu ditampilkan dalam gambar yang khas dan mudah diingat,
              yang tak kalah penting adalah cara penerbit produk budaya populer ini
              mengemas bacaan komik itu dalam bentuk serial. Seperti dikatakan Ujiie,
              Joanne & Stephen D. Krashen (tanpa tahun), komik grafi s yang diterbitkan
              secara serial dan selalu menampilkan ikon-ikon tertentu yang khas bukan
              saja menimbulkan rasa penasaran, tetapi juga perilaku membaca yang
              adiktif.
                    Menurut Hesmondhalgh (2007), selama ini upaya yang dikembangkan
              industri budaya untuk mengurangi resiko kalah dalam persaingan dan
              dalam rangka terus mendongkrak pangsa pasar adalah dengan memformat
              produk budaya yang mereka hasilnya. Yang dimaksud memformat ini,
              selain dengan sistem pemberian bintang (star) untuk menandai jaminan
              mutu atas produk budaya, juga dilakukan dengan penggunaan genre dan
              sistem serial. Lebih lanjut Hesmondhalgh (2007) menegaskan bahwa sistem
              serial merupakan jenis format yang paling utama dan banyak dikembangkan
              industri budaya, khususnya ketika kepengarangan dan genre dirasa kurang
              dapat diandalkan untuk meraih simpati pasar.

                    Menurut penuturan remaja urban yang diteliti, membaca komik grafi s
              memang berbeda dengan membaca novel. Membaca komik grafi s  dapat
              dilakukan tanpa harus berkonsentrasi secara mendalam, karena mereka dibantu
              oleh penampakan gambar yang seringkali sudah banyak mendeskripsikan
              kondisi atau suasana cerita yang ingin dibangun pengarang dan pelukis komik
              itu. Tetapi, keasyikan membaca komik grafi s, seperti dituturkan sejumlah
   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178