Page 178 - index
P. 178

166                                       Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              McDonald untuk saling menunjang promosi dan mendongkrak omzet,
              yaitu dengan cara menawarkan berbagai program paket makanan yang
              diiming-imingi hadiah berupa merchandise boneka dalam ukuran kecil yang
              menampilkan sosok dalam tokoh fi lm atau buku cerita yang ditawarkan itu
              (lihat: Ritzer, 2002).
                    Penguatan pada fantasi melalui format sekuel, berseri dan produksi
              berbagai merchandise, yang meliputi bentuk mainan anak, pakaian, sikat gigi,
              jam tangan, boneka, gantungan kunci, dan lain sebagainya, sebagaimana
              dikatakan Joel Taxel (2002) memang merupakan kunci sukses kekuatan
              kapitalis untuk dapat meraih laba semaksimal mungkin. Kajian yang
              dilakukan Taxel terhadap fenomena Pottermania, menyimpulkan ketika fi lm
              dan buku menjadi bisnis yang makin tak terpisahkan, maka dampaknya
              kemudian adalah munculnya animo konsumen yang luar biasa untuk
              membeli dan membaca buku Harry Potter, menonton fi lmnya dan kemudian
              mengkoleksi  merchandisenya. Empat buku pertama serial  Harry Potter,
              tercatat telah terjual 110 juta copy di 200 negara dan telah diterjemahkan ke
              dalam 42 bahasa, mulai dari Bahasa Albania sampai Bahasa Zulu –sebuah
              prestasi yang luar biasa seperti fenomena Star Wars dan animasi populer
              Walt Disney.
                    Di bab terdahulu, telah dilaporkan bahwa di kalangan remaja urban,
              perilaku membaca untuk kesenangan yang berkembang dan dikembangkan
              sedikit-banyak juga dipengaruhi oleh akumulasi dari berbagai produk
              budaya lain yang saling berkaitan. Bagi remaja urban yang menggemari
              komik Manga dan betul-betul keranjingan karena terhegemoni oleh proses
              komodifi kasi budaya, maka bukan hal aneh jika mereka di saat yang
              sama juga keranjingan untuk membeli berbagai  merchandise yang banyak
              ditawarkan di counter-counter yang ada di berbagai mal. Sejumlah informan
              yang diwawancarai dalam penelitian ini mengaku bahwa di layar handphone
              mereka, saat ini yang terlihat adalah gambar-gambar tokoh-tokoh  anime,
              tokoh-tokoh dalam komik Manga, dan atau sosok bintang fi lm yang ceritanya
              diangkat dari salah satu bacaan populer, seperti  Harry Potter  karya JK
              Rowling atau Twilight karya Stephenie Meyer. Di sisi lain, tidak sedikit pula
              informan yang mengaku memiliki beberapa jenis asesoris yang berkaitan
              dengan bacaan yang sedang populer, seperti gantungan kunci, gantungan
              handphone atau dompet yang bergambar tokoh kesayangan mereka.
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183