Page 182 - index
P. 182
170 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
juga model pemasaran bergaya Walt Disney, tidak jarang para pelaku
indutri budaya penerbitan dari Korea juga memperluas jangkauan pangsa
pasarnya dengan cara mengangkat komik-komik Korea yang populer
ke dalam bentuk CD atau DVD yang juga serial. Seperti dituturkan salah
seorang informan penelitian ini, komik Korea berjudul Goong karya Park
Soo Hee, misalnya, dewasa ini relatif populer di kalangan sebagian remaja
urban yang gemar membaca komik Korea, karena komik tersebut di saat
yang sama juga telah diangkat ke dalam format CD atau DVD. Komik dan
CD/DVD yang bercerita tentang kisah seorang putri mirip Cinderela ini,
mencapai puncak popularitasnya karena selain ceritanya mudah dicerna,
juga karena didukung artis dan aktor yang notabene menjadi salah satu dari
sekian banyak idola para remaja urban.
Dalam dunia penerbitan dan proses komodifi kasi budaya, yang
disebut obyek populer adalah apa yang disebut ikon, sedangkan yang
dimaksud manusia populer adalah pahlawan, tetapi seringkali pula selebriti
atau idola para remaja. Secara teoritis, obyek ikon bisa nyata, tetapi bisa juga
hanya merupakan hasil imajinasi (Forbers, 2003). Namun, terlepas dari
persoalan apakah obyek populer itu nyata atau tidak, yang jelas dengan
adanya merchandise dan produk budaya lain yang mendukung akan
membuat pembaca menjadi lebih akrab dengan tokoh maupun jenis bacaan
populer, karena sifatnya yang portabilitas: menyebabkan barang tersebut
menjadi mempribadi atau terasa intim (Allison, 2003). Bisa dibayangkan,
remaja urban mana yang tak senang jika tokoh idola mereka gambarnya
bisa didownload menjadi gambar layar handphone? Remaja mana yang tak
senang jika dompet, tas, gantungan handphone dan berbagai barang milik
pribadinya ditandai dengan simbol-simbol atau gambar yang mewakili
kecintaan mereka terhadap tokoh-tokoh dalam bacaan maupun fi lm yang
mereka idolakan.
Remaja atau pemuda seringkali memang menjadi sasaran utama dari
proses komodifi kasi dan komersialisasi budaya (Marisa, 2002), karena bukan
saja secara ekonomi mereka tergolong konsumtif, tetapi juga karena mereka
adalah bagian dari kelompok massa dan pangsa pasar yang potensial: mereka
aktif untuk terus menelusur dan mencari informasi yang berkaitan dengan
bacaan dan tokoh yang mereka idolakan. Studi sebagaimana dilaporkan
menemukan indikasi, bahwa remaja urban yang termasuk ketegori riil-

