Page 185 - index
P. 185

Perilaku Adiktif Membaca: Gaya Hidup dan Cita Rasa Remaja Urban        173


              karya asli master piece yang eksklusif dan langka, tetapi justru yang terpenting
              adalah bagaimana mereka dapat memproduksi produk-produk budaya
              berupa bacaan, novel, komik, majalah populer atau berbagai  merchandise
              yang menjadi turunannya dalam skala massal, dikonsumsi khalayak secara
              massal, dan berujung pada bagaimana itu semua dapat menghasilkan
              keuntungan yang sebesar-besarnya.
                    Di mata pelaku industri budaya, tidaklah penting apakah produk-
              produk yang mereka tawarkan berimbas pada kepentingan akademis remaja
              urban sebagai siswa di sekolah, tetapi yang menjadi prioritas kekuatan
              industri budaya ini adalah bagaimana perilaku gemar membaca itu dapat
              dikembangkan untuk melayani kepentingan kekuatan kapitalisme. Makin
              adiktif perilaku remaja dalam membaca untuk kesenangan, maka bagi
              kekuatan kapitalisme makin menguntungkan, sepanjang perilaku adiktif itu
              juga diikuti dengan perilaku membeli dan mengkonsumsi produk-produk
              bacaan populer yang sebanyak dan seintens mungkin.

                    Seperti telah diuraikan di bab sebelumnya, bahwa sejumlah remaja
              urban yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah remaja yang memang
              memiliki perilaku gemar membaca untuk kesenangan. Mereka gemar
              membaca berbagai buku, novel, majalah dan produk-produk budaya massa
              lain untuk mengisi waktu luang, baik waktu luang sepulang sekolah atau
              waktu luang liburan yang lebih longgar. Membaca untuk kesenangan,
              bagi remaja urban tampaknya menjadi kegemaran tersendiri, yang tak
              tergantikan oleh aktivitas pleasure yang lain, seperti menonton  fi lm  atau
              bermain. Manfaat yang diperoleh remaja dari aktivitas membaca untuk
              kesenangan, selain kesenangan dan hiburan, juga identitas sosial, bahkan
              image, citra dan  prestise. Seperti hasil studi yang dilakukan Shafer (2003),
              penelitian ini menemukan bahwa di kalangan siswa atau remaja, mereka
              umumnya menikmati cerita yang menarik, khususnya cerita yang memiliki
              hubungan pribadi dengan teks (lihat: Kauffman, 2005), termasuk teks-teks
              yang berkaitan dengan kepentingan remaja untuk membangun identitas
              sosialnya.
                    Di China, studi yang dilakukan Erni (2006), menemukan bahwa
              membaca fi ksi populer memberikan nilai pendidikan sekaligus hiburan bagi
              anak-anak dan remaja. Hal ini juga didukung oleh para orang tua di China
              karena kedudukan sosial sebagian diukur dengan prestasi pendidikan yang
   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190