Page 189 - index
P. 189
Perilaku Adiktif Membaca: Gaya Hidup dan Cita Rasa Remaja Urban 177
seperti The Lord of The Rings maupun Harry Potter, misalnya telah menjadi
terkomodifi kasi sejak cerita fi ksi yang populer ini diangkat ke layar lebar.
Daftar barang yang diperdagangkan berkaitan dengan meluasnya fenomena
Hobbitmania atau Pottermania, misalnya cenderung makin bervariasi, mulai
dari perhiasan, lego, video game, catur, t-shirt, mainan anak-anak, kostum,
koleksi perangko, poster dan berbagai merchandise lainnya di mana semuanya
bisa dengan mudah dibeli di berbagai counter merchandise yang ada di mal-
mal atau dipesan via internet. Sherman (2003) menyebutkan fenomena
melambungnya popularitas novel Harry Potter sebagai Harry Potter Syndrome
(lihat: Overton, 2003).
Seorang remaja yang kecanduan membaca bacaan populer, maka ia
sesungguhnya telah mengalami metamorfosa menjadi–apa yang disebut para
pemikir Postmodern sebagai--bricoluer, yakni seseorang yang mengkonstruksi
makna baru, semisal orang yang mencoba mendadani dirinya sendiri (to stylize)
dengan menggunakan pakaian dan artefak-artefak kebudayaan pop (Sutrisno
dkk (eds.), 2007: 258). Kenapa sejumlah remaja urban gemar membaca komik
Manga yang secara teknis cara membacanya berbeda dengan teknis membaca
yang berlaku di tanah air. Komik Manga biasanya dibaca dari kanan ke kiri,
bukan dari kiri ke kanan seperti buku-buku lain yang terbit di Indonesia. Tanpa
harus merasa canggung membaca dan membuka halaman buku dari kanan
ke kiri, bagi remaja urban cara membaca komik Manga yang terbalik seperti
ini terasa enak dan mengasyikan (Davis, 2004). Bahkan, sejumlah informan
yang diwawancarai dalam penelitian ini menyatakan cara membaca yang
berbalik seperti itu dalam batas-batas tertentu menjadi identitas tersendiri
yang memperlihatkan bahwa mereka familiar atau tidak dengan komik grafi s
Manga sebagai salah satu bagian dari produk industri budaya yang populer.
Di kalangan remaja urban yang gemar membaca komik Manga, jika ada remaja
lain yang terlihat canggung karena baru pertama kali membuka komik Manga,
maka tanpa sadar mereka dengan cepat akan menyatakan bahwa remaja yang
canggung itu adalah remaja yang ketinggalan jaman.
Apa yang telah diuraikan, sesungguhnya memperlihatkan bahwa
kenapa aktivitas membaca untuk kesenangan digemari remaja urban
dan bahkan menjadi bagian dari gaya hidup remaja urban, bukan
semata karena aktivitas ini memang menyenangkan dari sisi personal-
psikologis masing-masing remaja, tetapi juga karena perkembangan

