Page 192 - index
P. 192
180 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
gaya hidup dan perilaku membaca untuk kesenangan di kalangan remaja
urban. Berbeda dengan pandangan Mazhab Frankfurt dan Teori Postmodern
yang melihat kekuatan industri budaya dan pengaruh kapitalisme yang
begitu dominan dan menghegemoni selera serta cita rasa konsumen, studi
ini menemukan bahwa di balik berbagai tekanan dan tawaran menarik yang
dilakukan industri budaya melalui media massa, ternyata remaja urban
masih memiliki kebebasan dan ruang untuk menafsirkan sendiri kemauan,
kebutuhan dan bahkan hasrat mereka akan bacaan yang disukai. Bagi remaja
yang benar-benar kecanduan membaca, mereka bukan saja mampu berperan
aktif menciptakan dan membangun waktu luang menurut persepsi mereka
sendiri, tetapi mereka juga bisa memilih dan bahkan menjadi alternatif
tersendiri dalam membangun selera dan pilihan bacaan di antara sesama
anggota peer-gropnya.
Dalam Bab ini, selain dipaparkan kembali beberapa proposisi
yang merupakan temuan pokok studi ini, juga akan diuraikan implikasi
teoritik dan implikasi praktis yang dapat dipetik dari temuan-temuan yang
diperoleh untuk menyusun rekomendasi yang kontekstual dan inovatif
untuk mendorong perkembangan minat dan perilaku gemar membaca
di kalangan remaja urban, dan siswa pada khususnya. Di tingkat praksis,
apa yang dihasilkan studi ini diharapkan dapat menjadi dasar pemikiran
untuk menyusun progam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber
daya manusia, karena membaca –seperti dikatakan Tillar (1999)-- pada
hakekatnya adalah kunci membangun masyarakat belajar dan masyarakat
berpengetahuan yang merupakan fondasi bagi upaya pengembangan
kemampuan literasi masyarakat, kualitas sumber daya manusia dan
pembangunan kualitas manusia pada umumnya.
6.1 KESIMPULAN
Dalam tradisi Cultural Studies, sebuah studi tidaklah dituntut untuk
menghasilkan temuan yang sifatnya dapat digeneralisasi dan kemudian
diklaim merupakan pola umum yang merepresentasikan gaya hidup kelompok
sosial yang lebih besar. Apa yang dipaparkan sebagai kesimpulan dalam studi
ini adalah sejumlah proposisi yang perlu dikaji dan menjadi “embrio” suatu
teori tentang perilaku membaca untuk kesenangan di kalangan remaja urban
yang diharapkan bisa dikembangkan lebih lanjut dari perspektif Cultural

