Page 195 - index
P. 195

Upaya Pengembangan Perilaku Gemar Membaca dari Perspektif Cultural Studies   183


                  trilogi, tetralogi dan seterusnya. Sementara itu, selera dan cita rasa
                  remaja urban yang termasuk pembaca pseudo-adiktif biasanya sifatnya
                  lebih temporer, seperti selera konsumen terhadap produk budaya yang
                  terus silih-berganti dan lebih banyak ditentukan oleh perkembangan
                  mode yang sifatnya sesaat. Studi ini menemukan, seorang remaja yang
                  termasuk pembaca pseudo-adiktif biasanya akan cenderung terbebani
                  ketika berhadapan dengan bacaan yang tebal dan serial, karena di benak
                  mereka yang terpenting mereka tidak ketinggalan jaman terhadap
                  perkembangan bacaan populer. Persoalan apakah mereka benar-benar
                  menghabiskan bacaan yang populer tapi tebal itu adalah masalah lain.
                  Hal ini berbeda dengan pembaca riil-adiktif yang biasanya justru sangat
                  menikmati setiap halamannya, dan bahkan akan terus berburu bacaan
                  lain yang berkaitan dengan bacaan yang digemarinya itu. Sementara itu,
                  bagi remaja urban yang tergolong pembaca yang riil-adiktif, aktivitas
                  membaca untuk kesenangan tidak ditentukan oleh waktu luang yang
                  tersedia, tetapi mereka justru yang berperan aktif untuk menciptakan
                  waktu luang (leisure), dan bahkan memanfaatkan setiap moment untuk
                  membaca sebagai bagian dari aktivitas  pleasure. Sementara itu, untuk
                  remaja urban yang termasuk pembaca yang pseudo-adiktif, aktivitas
                  mereka membaca untuk kesenangan umumnya tergantung pada
                  waktu luang yang tersedia. Seperti ditemukan dalam studi ini, bahwa
                  sebagian remaja yang tergolong pembaca yang riil-adiktif, senantiasa
                  memanfaatkan setiap kesempatan, seperti jam istirahat sekolah,
                  menunggu atrian ke dokter, menunggu jam kursus, sedang berada di
                  mobil, dan bahkan ketika hendak ujian sekolah pun, mereka senantiasa
                  memanfaatkan waktu untuk membaca bacaan baru atau meneruskan
                  bacaan yang belum selesai dibaca sebelumnya. Sementara itu, untuk
                  remaja yang membaca sekadar mengikuti mode, mereka biasanya
                  hanya membaca ketika waktu luang benar-benar tersedia leluasa, dan
                  mereka juga rentan terhadap godaan atau ajakan dari  peer-groupnya
                  untuk melakukan aktivitas lain di luar membaca ketika tersedia waktu
                  luang.
              3.  Selama proses dan pengalaman remaja urban melakukan aktivitas
                  membaca untuk kesenangan, hal-hal dalam bacaan yang menarik minat
                  remaja urban untuk terus membacanya berbeda-beda satu dengan yang
                  lain. Remaja urban cenderung tertarik membaca novel, terutama novel
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200