Page 198 - index
P. 198

186                                       Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              Namun demikian, harus diakui pula bahwa dari berbagai kajian yang telah
              dilakukan umumnya belum banyak yang mencoba memahami secara lebih
              mendalam persoalan perilaku membaca untuk kesenangan (reading for
              pleasure).
                    Sumbangan terpenting studi ini bagi studi-studi tentang perilaku
              membaca untuk kesenangan dan perspektif  Cultural Studies adalah pada
              temuan beberapa terminologi atau konsep baru (yaitu perbedaan kategori
              pembaca pseudo-adiktif dan pembaca riil-adiktif) yang diharapkan dapat
              memperkaya kajian dan khasanah konsep dalam Cultural Studies, di samping
              fokus studi yang memahami lebih lanjut gaya hidup dan perilaku membaca
              remaja urban –sebuah topik yang belum dikaji dalam studi-studi Cultural
              Studies sebelumnya.
                    Kalau merujuk pada pembagian yang dilakukan Strinati (2007: 5), inti
              tema dari kajian budaya massa dan budaya populer dari perspektif Cultural
              Studies secara garis besar menyangkut tiga hal. Pertama, adalah apa dan siapa
              yang menentukan budaya populer? Darimana datangnya budaya populer?
              Apakah ia lahir dari orang awam sendiri sebagai salah satu ekspresi mandiri
              atas kepentingan mereka dan berbagai bentuk pengalaman mereka, ataukah
              budaya populer itu dipaksakan dari atas oleh mereka yang sedang berkuasa
              sebagai salah satu bentuk kontrol sosial?

                    Kedua, berkenan dengan pengaruh komersialisasi dan industrialisasi
              terhadap budaya populer. Apakah lahirnya budaya dalam berbagai bentuk
              komoditas berarti bahwa kriteria nilai keuntungan dan nilai jual lebih penting
              daripada kualitas, keindahan, integritas dan tantangan intelektual? Apakah
              semakin banyaknya pasar universal bagi budaya populer menjamin bahwa
              budaya itu benar-benar populer karena budaya ini menyediakan komoditas
              yang benar-benar dibutuhkan orang kebanyakan? Siapa yang menang jika
              budaya populer di buat secara industri dan dijual sesuai kriteria nilai jual
              dan nilai keuntungan, perdagangan atau kualitas?
                    Ketiga, menyangkut peran ideologi budaya populer. Apakah
              budaya populer memang diperuntukkan untuk mengindoktrinasi orang
              kebanyakan, memaksa mereka menerima dan mengikuti gagasan maupun
              nilai-nilai yang memastikan dominasi terus-menerus mereka yang memiliki
              kedudukan istimewa yang menguasai mereka? Ataukah itu merupakan
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203