Page 197 - index
P. 197
Upaya Pengembangan Perilaku Gemar Membaca dari Perspektif Cultural Studies 185
berbagai jenis bacaan sebanyak-banyaknya, tanpa harus terdorong
untuk mengkonsumsi produk industri budaya lain yang berkaitan.
5. Perkembangan dan proses komodifi kasi budaya populer, khususnya
produksi massal bacaan tertentu yang populer kepada konsumen atau
khalayak, kendati terbukti mampu menstimulasi munculnya perilaku
gemar membaca di kalangan remaja urban, tetapi selera dan cita rasa
pembaca ternyata tidak selalu dikonstruksi dan dapat diprediksi sesuai
keinginan kekuatan kapitalisme. Dalam memilih bacaan yang digemari,
remaja urban tetap memiliki ruang untuk memilih sesuai kebutuhan
dan hasratnya secara personal. Seperti ditemukan dalam studi ini,
bahwa seorang remaja urban yang termasuk pembaca yang riil-adiktif,
ia tidak selalu terpengaruh untuk memilih bacaan yang tengah populer,
tetapi ia bisa saja mengembangkan selera dan pilihannya sendiri ketika
ia telah menemukan kegembiraan dan kenikmatan terhadap jenis
bacaan tertentu yang digemarinya, walau bacaan itu sebetulnya sudah
kedaluwarsa. Dengan kata lain, selera dan cita rasa remaja urban dalam
memilih jenis bacaan, tidak selalu dikonstruksikan atau dibentuk oleh
kekuatan industri budaya melalui proses komodifi kasi budaya populer,
tetapi juga dipengaruhi variasi pengalaman hidup sehari-hari untuk
memperluas wawasan, dan menyediakan pilihan alternatif yang lebih
beragam kepada remaja urban. Hal-hal dan pengalaman baru di luar
rutinitas hidup, kesempatan untuk pergi ke dunia yang masyarakat
dan tradisinya berbeda acapkali mampu menstimuli tumbuhnya ragam
minat yang keluar dari pengaruh kekuatan industri budaya.
6.2 IMPLIKASI TEORITIK
Apa implikasi teoritik yang dapat dihasilkan dari hasil studi ini bagi
perkembangan Cultural Studies dan kajian budaya populer, terutama yang
berkaitan dengan perilaku membaca remaja urban? Selama ini, berbagai
kajian tentang industri budaya dan budaya populer harus diakui telah banyak
berkembang karena cara pandang dan pendekatan Cultural Studies yang
telah dilakukan para ahli (lihat: Adlin (ed.), 2006a; Adlin (ed.),2006b; Storey,
2007 dan Ibrahim, 2007). Berbagai produk industri budaya, seperti televisi,
fi ksi, fi lm, surat kabar dan majalah, musik pop, makanan, dan perkembangan
gaya hidup masyarakat modern dan post-modern telah banyak dikaji dan
dapat dipahami dari sudut pandang yang berbeda dan saling melengkapi.

