Page 201 - index
P. 201

Upaya Pengembangan Perilaku Gemar Membaca dari Perspektif Cultural Studies   189


              tidak harus direfl eksi dari struktur tersebut. Bahkan, sebaliknya, kajian-
              kajian kebudayaan menekankan arti penting budaya yang bersumber dari
              kenyataan bahwa budayalah sesungguhnya yang membentuk struktur dan
              mewarnai penggalan sejarah. Kedua, kajian budaya mengasumsikan bahwa
              masyarakat industri kapitalis merupakan masyarakat yang terbagi-bagi
              secara tidak adil berdasarkan etnik, gender, generasi dan kelas. Dikatakan
              pula kebudayaan merupakan salah satu wahana penciptaan, pengujian
              pelapisan sosial yang timpang. Jadi, kebudayaan merupakan tempat
              berlangsungnya kontestasi dan perebutan maka secara terus-menerus, di
              mana kelompok yang inferior, subordinat, dan marginal berusaha berjuang
              melawan pemaksaan makna yang dikonstruksi oleh kelompok-kelompok
              dominan.
                    Mahzab Frankfurt, meski risau terhadap pengaruh kekuatan industri
              budaya kapitalisme, tetapi seperti pemikiran Marxisme yang lain, di saat
              yang sama mazhab ini juga menyadari bahwa dalam proses perlawanan
              itu acapkali kekuatan industri budaya lebih unggul dan karena itu
              mampu menghegemoni dan membentuk konstruksi sosial: selera dan
              cita rasa konsumen sesuai dengan kehendak kapitalisme yang senantiasa
              mengedepankan profi t. Menurut Mazhab Franfurt, budaya populer adalah
              budaya massa yang dihasilkan oleh industri budaya, yang mengamankan
              stabilitas maupun kesinambungan kapitalisme. Mazhab Franfurt
              memiliki kesamaan pandangan dengan teori Marxis lainnya, seperti yang
              dikemukakan oleh Althusser dan Gramsci, yang seringkali menganggap
              budaya populer sebagai salah satu bentuk ideologi dominan (Strinati, 2007:
              xxx). Kekuatan utama dari produk-produk budaya yang dihasil kapitalisme,
              seperti dikatakan Adorno, Hoekheimer dan Mercuse adalah pada fungsinya
              menyediakan suatu pelarian di waktu senggang (escapist realism of leisure),
              sekaligus sebagai simbol indikator dari identitas sosial (Gottdiener (ed.),
              2000: 203).

                    Dalam pandangan Mazhab Frankfurt, lahirnya budaya massa
              maupun semakin meningkatnya komersialisasi budaya dan hiburan diakui
              telah banyak menimbulkan berbagai permasalahan, kepentingan, sekaligus
              perdebatan. Budaya massa adalah budaya populer yang dihasilkan melalui
              teknik-teknik industrial produksi massa dan di pasarkan untuk mendapatkan
              keuntungan kepada khalayak konsumen massa. Budaya massa adalah
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206