Page 205 - index
P. 205
Upaya Pengembangan Perilaku Gemar Membaca dari Perspektif Cultural Studies 193
Namun demikian, perlu dicatat studi ini juga menemukan bahwa di
kalangan remaja urban ternyata tidak selalu selera dan cita rasa mereka
dalam memilih bacaan sepenuhnya ditentukan dan merupakan hasil
kontruksi kekuatan industri budaya. Tidak sedikit di kalangan remaja
urban, ternyata mereka adalah pembaca yang tergolong riil-adiktif, benar-
benar kategori pembaca untuk kesenangan yang menikmati setiap lembar
demi lembar bacaan dengan penuh kegembiraan (joyfull reading), memiliki
kebebasan untuk memilih jenis bacaan yang disukai, tanpa harus terjebak
pada daya tarik ideologi pasar yang ditawarkan kekuatan kapitalisme.
Seperti sudah dipaparkan di depan, yang dimaksud pembaca riil-adiktif di
sini adalah kelompok remaja urban yang benar-benar kecanduan membaca,
tidak terbatas apakah bacaan yang dipilih tengah populer atau tidak, karena
pertimbangan utama yang terpenting mereka memilih bacaan bukan karena
ingin menjadikannya sebagai modal atau “tiket” untuk masuk dalam
lingkungan pergaulan remaja urban, tetapi lebih karena didorong hasrat
untuk mencari kesenangan dan sebagai kegiatan alternatif yang secara
personal mengasyikan. Kelompok remaja urban yang masuk dalam kategori
pembaca riil-adiktif ini seringkali menjadi trend-setter di kalangan peer-group-
nya: mereka menjadi rujukan dan merekomendasikan ke teman-temannya
bacaan mana yang menarik dan bacaan mana pula yang kurang menarik,
sehingga boleh ditinggalkan terlebih dahulu.
Jadi, berbeda dengan Mazhab Franfurt dan teori Postmodern yang
memahami budaya massa senantiasa mendorong komersialisasi dan
mengagungkan konsumerisme, serta cenderung membungkam suara, selera
dan cita rasa yang bertentangan karena ia merupakan sebuah kebudayaan
yang melemahkan semangat dan membuat pasif konsumen. Studi ini
menemukan dalam batas-batas tertentu, remaja yang tergolong pembaca
yang riil-adiktif justru bisa menjadi tandingan atau mampu menawarkan
alternatif selera dan pilihan bacaan kepada sesama peer-groupnya karena
posisi mereka yang dianggap sebagai trend-setter.
Kendati dalam batas-batas tertentu selera dan cita rasa remaja urban
mungkin saja telah berhasil dikonstruksikan, tetapi studi ini memperlihatkan
hal itu tidak berarti bahwa pembaca riil itu akan selalu bertingkah, memilih
bacaan tertentu sesuai yang dikonstruksi dan diprediksikan. Para remaja
yang merupakan pembaca yang riil-adiktif juga bisa dipahami melalui

