Page 209 - index
P. 209

Upaya Pengembangan Perilaku Gemar Membaca dari Perspektif Cultural Studies   197


              ia juga dituntut mampu memberikan implikasi yang sifatnya praktis. Dalam
              arti apa yang ditemukan dalam berbagai studi, termasuk hasil penelitian ini
              sebetulnya juga diharapkan dapat menjadi acuan dan memiliki implikasi
              praktis bagi para perencana pembangunan –khususnya para pustakawan
              atau pendidik dan pemerintah pada umumnya yang memiliki concern untuk
              menumbuhkembangkan perilaku gemar membaca dan kemampuan literasi
              di kalangan remaja. Bahkan, lebih dari sekadar berkaitan dengan upaya
              pengembangan perilaku gemar membaca dan literasi, pada tingkat praksis
              dan strategis, apa yang ditemukan dalam studi ini sesungguhnya juga
              diharapkan akan dapat membuka sebuah perspektif baru yang berkaitan
              dengan upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia.

                    Sebagaimana ditegaskan Tilaar (1999: 382), membaca sesungguhnya
              adalah fondasi dari proses belajar. Masyarakat yang gemar membaca
              (reading society) akan melahirkan masyarakat belajar (learning society),
              karena membangun perilaku gemar serta budaya membaca adalah kunci
              untuk membangun masyarakat ilmu pengetahuan (knowledge society) yang
              berbasis pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hasil kajian dan
              publikasi UNDP tentang  Human Development Report dari tahun ke tahun
              bisa kita lihat senantiasa menempatkan Indonesia dalam peringkat di atas
              angka 100, di bawah Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Brunai Darusalam
              (lihat: Jalal & Sardjunani, 2005). Untuk meningkatkan peringkat Indonesia
              di bidang pembangunan kualitas manusia dalam Human Development Report,
              oleh karena itu salah satu langkah taktis yang dibutuhkan adalah bagaimana
              meningkatkan minat masyarakat untuk membaca, yang notabene merupakan
              langkah awal untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat menuju
              bangsa yang benar-benar berkualitas dan memiliki sumber daya manusia
              yang handal.
                    Pelajaran terpenting yang dapat diambil dari studi ini bahwa mustahil
              kita bisa menumbuhkan gairah remaja membaca dan belajar secara
              efektif, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan
              generasi muda, jika cara dan strategi yang dikembangkan selama ini lebih
              banyak bersifat instruktif (apalagi bersifat punitif atau menghukum), dan
              menempatkan anjuran gemar membaca semata-mata sebagai bagian dari
              kewajiban anak didik untuk belajar dan mengembangkan prestasi akademik
              di sekolah. Membaca, sebagaimana ditemukan dalam studi ini pada
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214