Page 174 - index
P. 174
162 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
informan selain dipengaruhi gambar-gambar yang menarik, ekpresi wajah
tokoh yang khas dan mudah dibayangkan, juga karena komik tersebut cepat
selesai dibaca karena tipis dan tidak berisi kalimat-kalimat yang panjang,
serta berkelanjutan. Ritzer (2000), misalnya, dengan tegas menyatakan bahwa
serial dan sekuel dewasa ini memang menjadi ciri khas dari budaya populer,
karena menurut pertimbangan dan kepentingan pelaku industri budaya, satu
cerita tidaklah cukup, terutama bila cerita itu terbukti digemari konsumen.
Metodenya, lanjut Taxel (2002) adalah “mengulanginya, mengolahnya, dan
mencampurnya sampai peringkatnya menurun atau tak lagi mampu menarik
minat konsumen.
Menurut Holly Nixon (2000), faktor yang menjadi daya tarik anak
muda senang membaca komik atau bacaan yang dikemas secara serial
adalah bahwa materi dan seringnya berhubungan (atau membaca) subyek
atau tokoh yang ditampilkan dalam bacaan itu membuat para pembaca
suka pada buku-buku tersebut. Kebisaan untuk merasakan kehidupan
karakter dalam buku serial yang mereka baca dan keleluasaan pembaca
muda ini menemukan hubungan antara karakter tersebut membuat buku
serial menjadi lebih menarik. Di sisi lain, aspek sosial juga mempengaruhi
kegemaran anak muda terhadap buku serial. Sharing dan membicarakan
tentang buku dengan teman juga merupakan pengalaman yang penting,
karena mendiskusikan buku dengan orang lain merupakan kesenangan
dan keasyikan tersendiri. Dengan mengutip Reid & Cline (1997), Holly
Nixon (2000) menyatakan bahwa kalangan pembaca muda juga mendapat
kesenangan berkompetisi, untuk menunjukkan siapa yang paling banyak
mengkoleksi dan membaca buku serial tertentu. Di samping itu, plot
dan jalan cerita buku serial biasanya juga menimbulkan tanggapan yang
emosional, daripada tanggapan yang cerebral, serta emosi memiliki peran
penting untuk menghibur.
Di Jepang sendiri, komik grafi s Manga dikenal sebagai bacaan paling
populer dari hiburan bacaan yang diterbitkan di sana. Satu dari tiga buku
yang diterbitkan di Jepang adalah komik Manga, dan komik ini dibaca oleh
anak-anak, remaja maupun orang dewasa (Davis, 2004). Di Jepang, komik
Manga digemari karena di balik kehidupan remaja Jepang yang sangat sibuk,
membaca komik untuk sementara waktu dapat menghilangkan kejenuhan,
terlebih dengan animasi yang fantastik.

