Page 162 - index
P. 162

150                                       Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              Studi ini menemukan, seorang remaja yang termasuk pembaca pseudo-
              adiktif biasanya ia akan cenderung terbebani ketika berhadapan dengan
              bacaan yang tebal dan serial, karena di benak mereka yang terpenting
              mereka tidak ketinggalan jaman terhadap perkembangan bacaan populer.
              Persoalan apakah mereka benar-benar menghabiskan bacaan yang populer
              tapi tebal itu adalah soal lain. Seperti diakui salah seorang informan, setelah
              ia menghabiskan membaca novel  Twilight dengan susah-payah, maka
              energi untuk meneruskan membaca kisah lanjutannya, seperti Eclipse atau
              New Moon menjadi turun drastis. Gairah untuk meneruskan membaca
              novel yang tebal itu pun pupus, dan mereka akhirnya lebih memilih cara
              yang pragmatis: bertanya kepada teman yang sudah membaca terlebih
              dahulu tentang semua hal dalam bacaan sambil menunggu sekuel fi lmnya
              diproduksi kembali oleh industri fi lm Hollywood.
                    Kelompok remaja yang benar-benar kecanduan membaca bisa disebut
              sebagai pembaca riil-adiktif, yakni kelompok remaja urban yang benar-
              benar gemar membaca, tidak menjadi persoalan apakah yang bacaan
              yang dipilih tengah populer atau tidak, karena pertimbangan utama yang
              terpenting mereka memilih bacaan bukan karena ingin menjadikannya
              semata sebagai bekal atau tiket untuk masuk dalam lingkungan pergaulan
              remaja urban, tetapi lebih karena didorong hasrat untuk mencari kesenangan
              dan sebagai kegiatan alternatif yang secara personal benar-benar dirasakan
              mengasyikkan. Kelompok remaja urban yang masuk dalam kategori
              pembaca riil-adiktif ini, biasanya mereka tidak terlalu mudah terhegemoni
              atau sekadar mengikuti mainstream yang tengah populer, bahkan sebaliknya
              mereka seringkali justru menjadi  trend-setter di kalangan  peer-group-nya:
              mereka menjadi rujukan dan merekomendasikan ke teman-temannya
              bacaan mana yang menarik dan bacaan mana pula yang kurang menarik,
              sehingga boleh ditinggalkan terlebih dahulu. Seperti diakui sejumlah
              remaja urban yang termasuk pembaca riil-adiktif, bahwa mereka terkadang
              memang memberi rekomendasi kepada teman-temannya agar membaca
              novel atau komik tertentu, karena bacaan itu dirasa memang menarik.
              Sebagai salah satu remaja yang memang dikenal kutu buku dan gemar
              membaca, rekomendasinya seringkali memang dipercaya teman-temannya,
              dan bahkan tidak sedikit yang langsung membeli bacaan itu karena tertarik
              dengan promosi dan “garansi” yang dikemukakan remaja yang menjadi
              trend setter tersebut.
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167