Page 132 - index
P. 132
120 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
bahkan pakaian lengkap dari sejumlah tokoh yang populer di cerita komik
Manga, seperti Naruto, Vampire Knight, atau yang lain. Di Pakuwon Supermal
Indah, salah satu counter yang menjadi langganan Rani membeli merchandise
adalah Multi, Toys & Game yang terletak di lantai LG, bersebelahan dengan
ATM BCA. Di counter ini, menurut Rani ragam merchandise yang ditawarkan
sangat banyak, termasuk game-game yang biasanya diangkat dari cerita
komik yang populer.
Sementara itu, Reza, salah seorang remaja urban yang merupakan
penggemar berat fi lm dan novel Harry Potter dalam penelitian ini menuturkan,
ketika liburan ke Australia tahun lalu, tepatnya ketika ia berlibur di Movie
World di Gold Coast, ia mengaku dengan antusias membeli berbagai pernik
seputar Harry Potter, seperti tongkat sihir, ballpoint, kalung, kaos dan juga
gantungan kunci bergambar Daniel Radcliffe aktor pemeran Harry Potter.
Menurut Reza, ia sudah lama mengincar merchandise Harry Potter itu, karena
sebelumnya ada temannya di kelas yang sempat memamerkan sejumlah
merchandise ketika ia berlibur ke Australia. Begitu orang tuanya mengajak
Reza berlibur ke Australia di libur panjang Lebaran tahun 2008 lalu, maka
Reza pun sudah berancang-ancang untuk membeli pernik-pernik Harry
Potter di Gold Coast.
Ketika edisi terbaru Harry Potter dilaunching, Reza juga mengaku juga
ikut ngantre di toko buku Gramedia, sekadar agar dapat memperoleh edisi
lux novel Harry Potter untuk ia baca dan koleksi. Remaja seperti Reza atau
Rani, memang cenderung mengkonsumsi sejumlah produk industri budaya
yang berkaitan dengan bacaan yang mereka gemari, karena di mata mereka
membeli berbagai produk merchandise itu selain menyenangkan sebagai
barang koleksi, juga membuat imajinasi dan kecanduan mereka akan produk
budaya itu menjadi terasa lebih dekat dan personal. Ketika Reza maupun
Rani ditanya mengapa mereka gemar membeli berbagai merchandise, mereka
menyatakan selain barangnya lucu-lucu dan menarik untuk dikoleksi, juga
karena mereka merasa benar-benar puas kalau memiliki barang-barang
dan asesoris yang ada kaitannya dengan buku-buku yang mereka baca dan
koleksi.
Di kalangan remaja urban yang gemar membaca, sebagian di
antaranya tampaknya memang bukan sekadar gemar membaca, tetapi lebih
jauh mereka tampaknya juga termasuk penggemar berat (fandom). Artinya,

