Page 128 - index
P. 128
116 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
romance. Nadia bahkan menambahkan ia sebetulnya lebih menyukai
membaca komik dari Korea, karena dibandingkan komik Manga, gambar
komik grafi s dari Korea sebetulnya lebih detail dan menarik.
“Aku sih lebih senang membaca komik Korea. Soalnya cerita drama dan bagus.
Aku juga sering nggambar nyontoh komik Korea. Komik Korea itu kalau buat
orang cuantik-cantik. Bajunya juga bagus. Asesorisnya itu detail. Jadi, aku
suka aja lihat, dan nyontoh. Kalau lagi males apa-apa, dan tidak da ulangan
besoknya, aku terkadang ngambar sambil baca-baca komik Korea....”, tutur
Nadia.
Perbedaan membaca novel dan komik, menurut sejumlah informan
yang diwawancarai adalah pada proses dan pengalaman selama membaca
yang diperoleh. Membaca novel, menurut sejumlah informan akan dapat
membawa pembaca larut dan berfantasi secara lebih mendalam pada cerita
yang dibangun pengarangnya. Sementara itu, membaca komik keasyikan
yang diperoleh adalah ekspresi sang tokoh menjadi lebih mudah dipahami
karena terekspresi lewat gambar yang ditampilkan. Wajah jenaka, wajah
cantik dan tampan dari sang tokoh, setting suasana, cara berbusana, dan lain
sebagainya, dapat dengan cepat dipahami pembaca karena terekspresi lewat
gambar yang ditata dan ditampilkan sedemikian rupa dalam urutan dan
kotak-kotak yang mungkin terkadang tak beraturan, tetapi justru di situlah
menurut sejumlah informan yang diteliti merupakan sisi menarik yang
dapat dirasakan para remaja urban pembaca komik grafi s. Evelyn, misalnya,
yang di kalangan teman-temannya dikenal sangat menggemari komik grafi s,
mengaku sangat menyukai membaca komik karena ia terpukau dengan
gambar-gambar grafi s yang menarik. Bahkan, Evelyn mengaku setelah
lulus SMA nanti, ia berencana ingin kuliah di jurusan Art di Singapura atau
Australia, dan mengambil khusus desain grafi s supaya ia bisa membuat
komik grafi s sendiri kelak.
“Kalau komik grafi s itu gambarnya buagus-buagus (bagus sekali, pen). Kalau
buat orang itu cantik: bulu matanya lentik, bibirnya itu buagus, dan baju
yang digambar juga ada rumbai-rumbainya, rendanya detail, pokoknya yang
lihat pasti suka. Aku kalau baca komik grafi s kadang malah tidak bisa cepat
selesai, soalnya lihat gambarnya juga. Kalau aku nganggur, sering aku nyoba
nggambar seperti di komik grafi s....”, tutur Evelyn.

