Page 125 - index
P. 125
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 113
sejenisnya, secara khusus bacaan atau novel yang digemari remaja urban
umumnya adalah bacaan yang sedikit-banyak menawarkan erotisme. Seperti
dituturkan sejumlah informan, bahwa mereka secara jujur mengakui (meski
sambil malu-malu), bahwa bacaan yang acapkali menarik minat mereka
adalah novel-novel yang selain ceritanya bagus, juga novel yang sebagian dari
halamannya diwarnai dengan narasi yang sifatnya erotis: adegan percintaan
yang dituturkan dengan kata-kata naratif yang metaforis sekalipun niscaya akan
menarik minat remaja urban. Menurut informasi yang diperoleh, beberapa
bacaan yang dibeli remaja urban di luar negeri, seperti Kinokuniya atau Border
Book Store di Singapura atau di Periplus yang banyak tersebar di berbagai mal,
terkadang sensor yang dilakukan memang lebih longgar, sehingga deskripsi
tentang adegan percintaan terkadang cukup detail dan membangkitkan hasrat
yang aneh, tapi menyenangkan bagi pembacanya. Di kalangan remaja urban,
kesenangan akan hal yang erotis ini, tampaknya memang sesuai dengan
pekembangan psikologis remaja yang memang sedang dalam tahap di mana
libido mereka sedang berkembang di puncak rasa penasaran dan gairah yang
meletup-letup.
Dari FGD yang dilakukan, terungkap bahwa sejumlah informan yang
telibat dalam diskusi umumnya memperlihatkan peningkatan antusiasme
ketika ditanya sejauhmana mereka tertarik dengan muatan erotisme dalam
sebuah bacaan. Informan laki-laki, dalam hal ini tampak lebih ekspresif
dan dengan terbuka menyatakan bahwa bacaan yang bermuatan erostisme
memang terkadang dibutuhkan untuk selingan, sekaligus menjadi daya tarik
yang kuat bagi mereka untuk terus membaca. Sejumlah informan perempuan,
walaupun tampak mau-malu, tetapi mereka pun juga memperlihatkan
antusiasme yang sama. Nadia, misalnya menceritakan bahwa banyak
teman-teman perempuan di sekolahnya yang membaca berulang-ulang
1-2 halaman yang mengeksplorasi erotisme dalam sebuah novel, meski
hal itu dipaparkan dalam Bahasa Inggris sekalipun. Ada temannya yang
membaca ulang hingga lima atau bahkan sepuluh kali lebih. Sementara itu,
Anggiat juga menuturkan, jika ada novel yang agak menyerempet erotisme,
sebagian teman laki-laki di sekolahnya yang tidak gemar membaca pun,
biasanya akan ikut berebut membaca bagian itu–sekadar melampiaskan
rasa penasaran sebagai remaja yang memang libidonya tengah naik. Sofyan
juga menuturkan hal yang sama. Teman-teman di kelasnya, kalau tahu ada

