Page 127 - index
P. 127

Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban             115


              kalah penting adalah cara penerbit produk budaya populer ini mengemas
              bacaan komik itu dalam bentuk serial. Komik grafi s yang diterbitkan secara
              serial bukan saja menimbulkan rasa penasaran, tetapi juga perilaku membaca
              yang kecanduan.
                    Menurut penuturan remaja urban yang diteliti, membaca komik
              grafi s memang berbeda dengan membaca novel. Membaca komik grafi s
              dapat dilakukan tanpa harus berkonsentrasi secara mendalam, karena
              mereka dibantu oleh penampakan gambar yang seringkali sudah banyak
              menggambarkan kondisi atau suasana cerita yang ingin dibangun
              pengarang dan pelukis komik itu. Tetapi, keasyikan membaca komik grafi s,
              seperti dituturkan sejumlah informan selain dipengaruhi gambar-gambar
              yang menarik, ekspresi wajah tokoh yang khas dan mudah dibayangkan,
              juga karena komik tersebut cepat selesai dibaca karena lebih banyak gambar
              daripada kata-kata, dan tidak didominasi dengan kalimat-kalimat yang
              panjang. Komik grafi s yang diterbitkan dalam format serial, sekitar 5 jilid,
              bahkan ada yang lebih dari 20 jilid, di kalangan remaja urban seringkali
              menimbulkan perilaku kecanduan karena pembaca cenderung mencari
              dan terus mencari serial berikutnya hingga komik yang dibaca benar-benar
              tamat.
                    Nico, Sofyan, Reza, Dicky, Rayhan, Andre, Wendi, Rani dan Aga
              misalnya, menyatakan salah satu jenis bacaan yang paling ia gemari adalah
              komik grafi s Manga. Sofyan dan Aga, mengaku tidak terlalu menyukai komik
              grafi s dari Korea, meski dari segi gambar yang ditampilkan komik grafi s dari
              Korea relatif lebih menarik dan detail. Komik grafi s dari Korea, menurut
              Sofyan dan Aga seringkali terlalu mengeksplorasi cerita  romance yang
              cengeng, dan banyak diwarnai cerita percintaan. Sedangkan untuk cerita
              yang dipaparkan komik grafi s Manga, menurut Nico jauh lebih kompleks
              dan menarik. Komik grafi s Manga, di mata Nico sangat mengasyikan, karena
              ceritanya lebih menarik, kompleks, dan gambar-gambar yang ditampilkan
              juga sangat ekspresif. Sementara itu, Nadia, Evelyn, Rossa, Rani dan Grecia
              agak berbeda dengan Nico. Nadia, Grecia, Evelyn, dan Rani mengaku justru
              mereka kurang menyukai komik grafi s yang ceritanya banyak mengekspose
              petualangan dan fi ksi populer. Nadia, Evelyn, Rani dan Grecia, menyatakan
              mereka lebih menyukai membaca komik grafi s, terlepas apakah itu Manga
              atau komik Korea asalkan ceritanya lebih banyak mengekspolorasi cerita
   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132