Page 121 - index
P. 121
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 109
biasanya bukan dipandang sebagai hal yang ditabukan, bahkan dianjurkan
kepada anak-anaknya, tetapi harus dilakukan secara proporsional. Sejumlah
informan menyatakan bahwa jika mereka terlalu berlebihan, menghabiskan
semua waktu hanya untuk membaca bacaan di luar urusan sekolah, lantas
melupakan tugas-tugas sekolah, maka bukan tidak mungkin mereka akan
memperoleh sanksi: dicekal dalam kurun waktu tertentu ia tidak boleh
membeli bacaan, bahkan tidak boleh membaca bacaan populer. Beberapa
informan yang memperlihatkan indikasi keranjingan membaca secara
berlebihan, biasanya mereka akan mendapat teguran atau sanksi dari orang
tuanya. Tetapi, karena mereka sudah benar-benar kecanduan membaca,
teguran dan sanksi itu biasanya tidak membuat mereka kapok. Bahkan,
dalam beberapa kau justru membuat mereka makin penasaran untuk terus
membaca dan membaca.
Dilarang membaca, menurut beberapa informan adalah sanksi
yang betul-betul sangat tidak mengenakkan. Meskipun mereka masih
diperbolehkan menonton televisi. Tetapi, karena sudah kebiasaan atau
bahkan kecanduan membaca, maka larangan membaca untuk kesenangan
menurut sejumlah informan terasa sangat menyiksa. Sejumlah informan
menyatakan, mereka biasanya akan melakukan apapun untuk mendapat
kembali hak mereka membaca: entah dengan rayuan, atau dengan
memperlihatkan kesan bahwa mereka sudah sadar dan tidak akan lagi
mengulangi melakukan aktivitas membaca untuk kesenangan yang
berlebihan. Bagi remaja yang sudah kecanduan membaca, menurut mereka
lebih baik dilarang menonton televisi daripada dilarang membaca.
4.3 DAYA TARIK BACAAN
Apa sebetulnya yang membuat remaja urban menyukai atau bahkan
kecanduan jenis bacaan tertentu? Ketika pertanyaan ini dilontarkan
dalam FGD yang diikuti sejumlah remaja yang gemar membaca, jawaban
yang muncul ternyata bermacam-mcam –meski secara garis besar tetap
memperlihatkan pola-pola tertentu yang khas. Bagi remaja urban, membaca
adalah aktivitas yang sifatnya personal, yang seringkali dipengaruhi
hubungan antara teks bacaan dengan pembacanya. Artinya, cerita, genre,
pilihan ending cerita yang dibangun, gambar yang ditampilkan dalam
komik, sosok tokoh, dan lain sebagainya, semua adalah unsur-unsur dalam

