Page 116 - index
P. 116
104 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
Rani, Evelyn, Wendi dan Nico, misalnya, mereka dalam memilih bacaan
yang menarik bagi dirinya tidak selalu harus dipengaruhi pertimbangan
apakah bacaan itu populer atau tidak. Selera mereka terhadap berbagai jenis
bacaan benar-benar terfragmentasi atau terpecah-pecah beraneka-ragam.
Nia, misalnya memiliki selera yang tergolong unik. Meski ia juga
mengaku senang membaca novel yang tengah populer, tetapi ia mengaku
paling suka membaca novel yang true story, atau autobiografi . Kisah nyata
tentang anak yang menjadi korban penculikan, kisah tokoh-tokoh tertentu,
menurut Nia sangat ia sukai karena ceritanya benar-benar nyata. Sedangkan
Gracia, ketika diwawancarai ia mengaku menyukai cerita sejarah dan
legenda, seperti Robin Hood atau cerita tentang Ivanhoe. Cerita-cerita klasik
yang diangkat ke dalam bentuk novel, menurut Grecia menarik dibaca
karena ia mengaku menyukai setting masa lalu. Gracia yang pernah diajak
orang tuanya berlibur ke Eropa, mengaku familiar dengan setting kerajaan
dan cerita sejarah raja atau tokoh legendaris dari Eropa.
Di kalangan penggemar komik grafi s, selera Rani boleh dibilang
tergolong unik. Berbeda dengan teman-teman perempuannya sesama
penggemar komik grafi s yang biasanya menyukai membaca komik Manga
atau komik grafi s lain yang bertema romance remaja, Rani justru mengaku
menyukai komik grafi s YAOI –sebutan untuk komik grafi s yang tema
ceritanya adalah drama percintaan antar orang yang sejenis alias homo
atau lesbian. “Aku suka saja baca komik YAOI, karena ceritanya kan beda. Aku
bosen baca cewek pacaran sama cowok terus.....”, tutur Rani. Rani mengaku tidak
peduli, meski sebagian temannya kadang mengolok-olok dia seleranya
aneh, karena yang penting ia suka komik jenis itu.
Sementara itu, Nadia mengaku suka membaca Twilight, karena ada
unsur romancenya. Tetapi, ia juga menyukai membaca novel teenlit, novel
sejarah, komik grafi s Manga maupun komik grafi s dari Korea, komik kirminal
anak-anak Detektif Conan, gemar membaca majalah populer yang berisi gosip
para selebriti dan boysband, dan bahkan ia juga gemar membaca komik wayang
Mahabarata. Nico sendiri, bahkan mengaku tidak terlalu menyukai membaca
bacaan yang tengah populer, meski bacaan itu menjadi best seller dan sangat
populer karena ceritanya diangkat ke layar lebar. Nico, menyatakan ia lebih
menyukai membaca komik, dan membaca novel-novel yang realistis, seperti
Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Gadis Kembang Jepun karya Remy

