Page 117 - index
P. 117

Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban             105


              Silado, dan sejenisnya. Bagi remaja urban yang sudah terlanjur kecanduan
              membaca, apapun jenis bacaan niscaya akan dapat mereka nikmati. Bahkan,
              tidak jarang terjadi ketika mereka merasa jenuh membaca novel  teenlit,
              novel fi ksi populer atau komik Manga berbahasa Indonesia, maka salah satu
              alternatif yang menarik minat remaja urban adalah berkunjung ke toko buku
              berbahasa asing seperti Periplus, membeli beberapa bacaan import terbaru
              yang dinilai menarik, dan kemudian membacanya.

                    Di kalangan remaja yang benar-benar kecanduan membaca ini,
              aktivitas membaca untuk kesenangan yang mereka kembangkan dalam
              banyak hal tidak ditentukan oleh waktu luang yang tersedia, tetapi mereka
              justru yang berperan aktif untuk menciptakan waktu luang (leisure), dan
              bahkan memanfaatkan setiap moment untuk membaca sebagai bagian dari
              aktivitas pleasure. Berbeda dengan remaja yang yang hanya gemar membaca
              bacaan yang tengah populer, di mana kebanyakan mereka melakukan
              aktivitas membaca lebih banyak ditentukan oleh waktu luang yang tersedia,
              untuk pembaca seperti Nadia, Nia, Rossa, Evelyn, Nico, Grecia, Wendi,
              kapan mereka membaca sepertinya tak kenal waktu. Setiap jam istirahat
              sekolah, sembari makan di kantin, seusai belajar karena ada ulangan esok
              harinya, menunggu antrian ketika periksa gigi, mengantar orang tua
              atau saudara ke dokter, di mobil, dan lain sebagainya, mereka senantiasa
              membuka bacaan dan memanfaatkan waktu luang yang mereka ciptakan
              itu untuk menyelesaikan bacaannya yang sempat tertunda atau membuka
              bacaan baru untuk memulai kembali aktivitas membaca judul buku yang
              lain.
                    Sejumlah informan yang diwawancarai menceritakan bahwa pada
              saat mereka sedang jenuh, antre menunggu keberangkatan pesawat atau
              sedang menunggu giliran perawatan gigi, misalnya, maka cara yang paling
              ampuh untuk mengusir kejenuhan adalah dengan meneruskan kembali
              aktivitas membaca yang sebelumnya sempat terputus, tanpa peduli apakah
              orang-orang lain di sekitar mereka melakukan apa, atau membicarakan apa.
              Semua informan yang diteliti menyatakan, jika dirasa apa yang dilakukan
              nanti ada masa-masa yang menjemukan, seperti menunggu antrian periksa
              ke dokter atau jam keberangkatan pesawat, misalnya, maka di mata mereka
              akan lebih baik jika sebelumnya sudah menyiapkan sejumlah bacaan untuk
              dibawa. Walaupun waktu luang yang tersedia minggu mungkin hanya
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122