Page 115 - index
P. 115
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 103
Sejumlah informan seperti Levina, Dicky, Rayhan, Ajeng atau Anggiat,
tergolong remaja urban yang masuk dalam kategori pembaca yang lebih
banyak ikut-ikutan selera teman atau gemar membaca bacaan yang tengah
populer. Ketika di kalangan teman-temannya ramai diperbincangkan novel
atau bacaan tertentu yang tengah populer, mereka biasanya tampak antusias
untuk juga membaca bacaan itu. Tetapi, setelah melihat bahwa bacaan yang
tengah populer itu jumlah halamannya 500 halaman lebih, biasanya minat
mereka membaca akan pelan-pelan memudar di tengah jalan, minimal
mereka tidak lagi menikmati kalimat demi kalimat dan halaman demi
halaman, melainkan lebih banyak melakukan aksi membaca cepat, melewati
halaman-halaman yang dinilai tidak penting, karena yang terpenting mereka
secara umum sudah mengetahui jalan cerita yang dibangun pengarangnya.
Levina, misalnya menuturkan ketika ia membaca Twilight yang tebalnya
hingga 518 halaman, dari 24 bab yang ada ia mengaku hanya membaca
sekitar 5 bab saja yang dinilai paling seru. Levina mengaku malas, karena
toh sudah menonton fi lmnya. Hal yang sama juga dilakukan Anggiat
ketika membaca novel berbahasa Inggris yang dikatakan teman-temannya
menarik, seperti Hidden karya Eve Kenin. Anggiat mengaku hanya membaca
halaman-halaman tertentu yang menuturkan hal-hal yang erotis: aktivitas
sang tokoh yang tengah melakukan ML (Making Love).
“Sebenarnya aku seneng baca Twilight. Tapi tebalnya itu lho minta ampun.
Capek aku bacanya. Aku sih sudah tahu ceritanya dari bioskop. Jadi, aku baca
yang seru-seru aja. New Moon (novel terusannya Twilight, pen) belum aku
baca. Kapan-kapan kalau fi lmnya sudah diputar aja. Males, soalnya tuebell
sekali. Aduh ...... kepalaku bisa copot.......”, tutur Levina.
“Kalau baca novel Bahasa Inggis, aku males. Tapi, kalau ada yang porno-porno aku
suka. Temanku biasanya memberi tanda halaman-halaman yang porno. Jadi, aku
cuma baca halaman itu aja.......”, kata Anggiat.
Kedua, remaja urban yang benar-benar tergolong kecanduan membaca,
yakni kelompok remaja urban yang memiliki minat yang bermacam-macam
terhadap berbagai jenis bacaan, tidak peduli apakah yang bacaan yang dipilih
tengah populer atau tidak, karena pertimbangan utama yang terpenting bagi
mereka memilih bacaan bukan karena ikut arus, tetapi lebih karena didorong
hasrat untuk mencari kesenangan dan sebagai kegiatan alternatif yang
secara personal mengasyikan. Informan seperti Nadia, Grecia, Nia, Rossa,

