Page 111 - index
P. 111
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 99
terasa jauh lebih murah jika mereka harus membeli sendiri komik grafi s yang
harga per esksemplarnya sekitar 10 ribu lebih.
“Kalau liburan, aku biasanya diperbolehkan orang tuaku pinjam di persewaan.
Soalnya kalau beli sendiri komik di Uranus harganya 10 ribu lebih. Mahal.
Papaku bilangnya sewa saja. Ya aku sih senang-senang aja. Dengan uang 10
ribu bisa sewa 1-2 judul serial sampai tamat. Cuma, ndak enaknya waktunya
jadi kesusu kalau nyewa itu.......”, tutur Wendi.
Berbeda dengan menyewa yang perlu dana khusus dan waktu khusus
pula, dengan saling meminjam bacaan di antara teman, maka itu berarti
mereka dapat menikmati sebuah bacaan dengan gratis, sehingga jatah
untuk membeli bacaan yang lain dapat lebih terbuka. Nadia, Ajeng, Nico,
Nona, Della, Andre, Anisa, atau Aga, misalnya menceritakan kebiasaan
yang berkembang di antara teman-temannya di sekolah, yakni saling tukar-
menukar bacaan supaya mereka tidak perlu meminta uang dari orang tua
untuk membeli bacaan baru setiap minggunya. Di mata remaja urban yang
gemar membaca, teman yang menyenangkan adalah teman yang sama-
sama memiliki hobi membaca dan memiliki banyak koleksi bacaan untuk
saling dipertukarkan.
“Aku akrab sama Rani, soalnya kita sering tukar-tukaran buku. Rani
komiknya banyak sekali. Aku biasanya pinjam komik dari Rani. Rani sendiri
ke aku pinjamnya novel. Dia agak jarang beli novel. Jadi, aku biasanya yang
meminjami novel. Nia, temanku dari kelas yang lain juga akrab sama aku,
soalnya Nia juga pembaca kelas berat. Nia sendiri jarang pinjam ke aku, tapi
aku yang sering pinjam komik-komik Korea ke dia. Aku sama Nia akrab, soalnya
sama-sama senang baca dan senang DBSK (group boys band yang terkenal asal
Korea, pen). Kalau sama Wendi aku jarang tukar-tukaran buku, soalnya ia
cuma punya Detektif Conan, yang lain dia tidak punya....”, cerita Nadia.
“Di sekolahku, biasanya teman-teman saling pinjam-meminjam buku. Aku
biasanya pinjam novel yang sudah dibaca temanku, tapi aku juga minjami
dia. Pokoknya tukar-tukaran. Aku kalau beli biasanya janjian sama teman,
suapa belinya tidak sampai sama. Nanti ‘kan rugi kalau judulnya sama. Biar
bisa dapat banyak, ya diatur. Aku sama dia kalau ke Gramedia, milih bareng-
bareng, terus nanti bacanya gantian....”, tutur Anisa.

