Page 108 - index
P. 108
96 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
menggunakan bahasa lisan yang detail adalah dua hal yang berbeda.
Anggiat, Nadia, Nico, Rani, Sofyan, Rossa, Evelyn, Aga, Grecia, dan informan
yang lain ketika ditanya bagaimana kesan mereka ketika menyaksikan
sebuah fi lm yang diangkat dari novel tertentu yang populer, sebagian besar
umumnya menyatakan adegan demi adegan yang ditayangkan dalam
sebuah fi lm cenderung spektakuler, atraktif dan membuat informan lebih
mudah memperoleh gambaran yang kasat mata. Namun, menurut sejumlah
informan, dengan membaca langsung novelnya, kesan yang diperoleh
tentang sifat dan kepribadian tokoh, apa pikiran tokoh, dan hal-hal yang
lebih kualitatif, seringkali menjadi lebih mendalam. Masing-masing
informan, ketika diminta membayangkan siapa dan bagaimana sosok sang
tokoh dalam sebuah bacaan yang mereka gemari, ternyata antara informan
yang satu dengan yang lain berbeda-beda.
Ada informan yang membayangkan sang tokoh, misalnya tokoh laki-
laki dalam sebuah novel kira-kira sosoknya yang tidak terlalu banyak berbeda
dengan penyanyi boys band asal Korea yang ia sukai: DBSK, Super Junior atau
yang lain. Bukan sosok tokoh laki-laki yang macho, tetapi lebih pada sosok
laki-laki yang bertampang dan berdandan metro-seksual: kalem, ganteng
dan bersih. Sementara itu, informan yang lain, dengan pikirannya sendiri
ia bisa saja membayangkan bahwa sosok sang tokoh yang disenanginya
dalam sebuah novel, kira-kira wajahnya seperti teman di sekolah yang ia
sukai. Di lain pihak, tidak jarang pula terjadi informan yang membayangkan
sang tokoh dalam sosoknya yang macho dan cool: berbadan tegap dengan
perut six pack. Bahkan, ada pula informan yang mengaku terkadang mereka
membayangkan sang tokoh adalah diri mereka sendiri.
Kesenangan, imajinasi dan menghibur adalah tiga hal yang menurut
remaja urban menjadi daya tarik bagi mereka untuk selalu memanfaatkan
waktu luang dengan aktivitas membaca. Menurut hasil wawancara diketahui
bahwa para remaja urban, biasanya mereka meluangkan waktu untuk
membaca adalah ketika pulang sekolah, yaitu setelah semua urusan PR atau
tugas sekolah selesai, maka salah satu aktivitas yang menarik bagi remaja
urban adalah membaca buku-buku atau bacaan di luar urusan sekolah.
Sebagian informan mengaku ia biasanya membaca komik grafi s Manga atau
Avatar sekadar untuk membuat otak mereka lebih rileks. Sebagian informan

