Page 107 - index
P. 107
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 95
Laskar Pelangi, selain menghibur, juga dapat dijadikan pelajaran bagi
kehidupannya. “Membangkitkan semangat”, kata Sekartika.
Sedangkan Nia, siswa salah satu sekolah internasional di wilayah
Surabaya Barat ini menyatakan selama ini ia cenderung tidak terikat
menyukai genre tertentu atau jenis bacaan yang khusus. Nia mengaku
menyukai berbagai jenis bacaan, baik itu komik grafi s, novel fi ksi populer,
novel petualangan, majalah populer, termasuk pula novel yang banyak
mengangkat cerita true story. Menurut Nia, novel yang ceritanya berasal dari
kisah nyata, sangat menantang untuk dibaca, karena selain kasusnya aneh-
aneh, juga jalan ceritanya membuat dia lebih mudah terhanyut.
Yang menarik disimak, apapun jenis bacaan yang disukai dan meski
selera masing-masing remaja urban yang diwawancarai berbeda-beda dalam
memilih bacaan yang digemari dan dikoleksi, tetapi yang terlihat bahwa
sebagian besar dari mereka umumnya memang mengaku lebih menyukai
dan terdorong untuk membaca bacaan yang saat itu tengah populer, banyak
dibaca teman-teman mereka, dan karena itu mereka merasa ada sesuatu
yang kurang jika tidak bisa terlibat dalam perbincangan dengan sesamanya
tentang bacaan tertentu yang sedang populer. Informan seperti Grecia,
Nadia, Nia, Rossa, Nico atau yang lain, selera mereka terhadap bacaan
memang beraneka-ragam, cenderung meluas, namun layaknya remaja urban
lain, mereka biasanya juga tidak bisa melepaskan begitu saja minat dan
keingintahuannya untuk juga membaca novel-novel yang tengah populer.
Dan, seperti mereka akui, novel-novel yang tengah populer itu, biasanya
memang bagus dan ceritanya menarik untuk dibaca.
“Aku sih sebetulnya senang baca apapun. Tapi, kalau ada novel yang bagus
seperti Harry Potter, Twilight, Chronicle of Ancient Darness, atau yang lain,
ya aku juga baca. Tapi, kalau sudah habis tak baca, ya aku baca yang lain. Aku
sebetulnya juga baca komik. Cuma, kalau terus-terusan ya bosen. Ganti-ganti
yang dibaca, yang penting asyik.....”, tutur Rossa.
Bila dibandingkan, mana yang lebih mengasyikan: membaca novel
atau menonton fi lmnya, meski keduanya dikatakan sama asyiknya. Namun,
bagi sebagian informan terkadang sensasi membaca dalam beberapa hal
terasa lebih mendalam dan terkesan. Menurut sejumlah informan yang
diteliti, menonton fi lm dan membaca langsung ceritanya dari novel yang

