Page 109 - index
P. 109
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 97
yang lain ada yang mengaku lebih senang membaca novel fi ksi populer,
romance, dan ada pula yang membaca majalah.
Membaca untuk kesenangan, bagi remaja urban adalah sebuah
aktivitas yang dinilai benar-benar membebaskan, serba fun, karena selain
tidak ada paksaan, juga di sana tidak ada kewajiban apapun yang harus
dipenuhi –kecuali untuk kesenangan atau kegembiraan bagi diri mereka
sendiri. Di sela-sela jam istirahat sekolah, sejumlah informan juga mengaku
biasanya memanfaatkan waktu luang yang ada untuk membaca, sembari
makan siang. Bagi informan yang sedang seru-serunya mengikuti cerita
dalam sebuah novel atau bacaan yang lain, mereka biasanya akan bergegas
secepat mungkin menghabiskan halaman per halaman, karena didorong
rasa penasaran yang luar biasa untuk mengetahui bagaimana sebenarnya
ending ceritanya. Bahkan sepulang sekolah, tanpa harus menunggu sampai
di rumah terlebih dahulu, sebagian informan terkadang meneruskan
aktivitas membacanya di mobil, di sepanjang perjalanan pulang menuju ke
rumahnya. Nadia, misalnya, mengaku sudah terbiasa membaca di mobil,
tanpa harus terganggu kemungkinan mabuk atau mual karena membaca di
mobil yang terus bergerak di jalan raya. Bagi Nadia, ketika ia penasaran
dengan cerita sebuah novel atau komik yang belum tuntas ia baca, maka
sepulang sekolah, dalam perjalanan ke rumah: membaca di mobil adalah
hal yang sangat menggembirakan setelah jenuh berhadapan dengan tugas-
tugas di sekolah.
Sejumlah informan yang diwawancarai rata-rata menyatakan bahwa
mereka biasanya berkunjung ke toko buku dan kemudian membeli bacaan
sekitar seminggu sekali, yakni pada hari Sabtu atau Minggu. Ajeng,
Anggiat, Rani, Sofyan, atau Levina, misalnya mengaku biasanya pada hari
Minggu mereka pergi ke Gramedia, Toga Mas atau TriMedia untuk mencari
buku atau bacaan yang mereka gemari. Terkadang mereka membeli novel,
terkadang komik grafi s, dan tak jarang pula mereka membeli majalah
populer. Sementara itu, Nadia, Nia, Evelyn, Rossa, dan Nico mengaku
mereka biasanya pergi ke toko buku minimal seminggu sekali, tetapi di luar
itu sering pula mereka pergi ke toko buku sekitar dua hari sekali sepanjang
waktu memungkinkan. Nadia, misalnya, menyatakan sepulang ia les Bahasa
Inggris di Kelt hari Selasa dan Kamis di daerah Graha Family, maka sambil
mencari makan dengan orang tuanya, ia biasanya akan menyempatkan diri

