Page 113 - index
P. 113

Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban             101


              Canavan ini dilihat dijajakan di Gramedia, Nadia pun dengan antuasias
              membelinya, dan kemudian membacanya hingga tuntas di hari Sabtu dan
              Minggu, setelah semua PR-nya diselesaikan.
                    Yang agak membutuhkan waktu, menurut sejumlah informan yang
              diwawancarai adalah ketika novel yang dibaca remaja urban itu ternyata
              tidak ada edisi Bahasa Indonesianya. Untuk membaca novel Bahasa Inggris,
              seperti Breaking Down, Playing with Fire, Tales of an Extra Ordinary Girl karya
              Gena Showalter yang diterbitkan HQNBooks,  Cry Wolf  karya Patricia
              Briggs, atau novel karangan Eve Kenin, semisal Hidden dan Driven, bukan
              tidak mungkin para remaja urban baru selesai dua minggu lebih, meski
              ada informan yang diketahui hanya membutuhkan waktu empat hari
              untuk menghabiskan membaca Breaking Down atau novel berbahasa Inggris
              yang lain, tetapi rata-rata membaca novel berbahasa Inggris memang
              membutuhkan waktu lebih lama.

                    Di kalangan remaja urban pada umumnya, kegiatan lain yang
              merupakan “godaan” terbesar yang mereka hadapi biasanya adalah acara
              yang disiarkan berbagai stasiun televisi swasta, ajakan orang tua makan
              di luar, dan ajakan teman untuk jalan-jalan ke mal atau menonton fi lm di
              bioskop. Namun, di kalangan remaja urban yang gemar membaca, berbagai
              tawaran dan “godaan” itu biasanya tidak terlalu berpengaruh, sebab menurut
              mereka kalau sudah asyik membaca dan ceritanya benar-benar memukau,
              maka rasanya sayang dan “nanggung” kalau tidak segera diselesaikan.
              Nadia, misalnya mengaku jika sedang larut dalam bacaan yang menarik,
              ia memilih tinggal di rumah sendirian walaupun kedua orang tuanya
              mengajaknya keluar untuk jalan-jalan. Nadia, seringkali lebih memilih
              tinggal di rumah dan hanya pesan supaya dibawakan oleh-oleh makanan
              ketika orang tuanya pulang. Hal yang sama juga dilakukan Nico, Evelyn,
              Rossa, Wendi, Rani, Grecia, dan remaja urban lain yang gemar membaca.
              Membaca sambil tiduran dan mendengar musik di kamar lewat IPod, MP3/
              MP4 atau tape recorder, bagi sejumlah informan tampaknya menjadi sesuatu
              yang sangat mengasyikan.
                    Evelyn, misalnya, ketika ia memilih tidak ikut acara orang tuanya atau
              kakaknya yang mengajak jalan-jalan ke mal, maka satu-satunya acara yang
              seringkali membuat ia lupa waktu adalah membuka internet dan kemudian
              membaca komik yang ia download dari sejumlah situs yang memang khusus
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118