Page 110 - index
P. 110
98 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
ke TriMedia atau kios buku langganannya di PTC untuk membeli sejumlah
bacaan, termasuk pula membeli beberapa fi lm animasi dan VCD/DVD.
Rani yang kursus Bahasa Inggris di English First (EF), seringkali jika orang
tuanya yang menjemputnya tidak ada urusan lain, maka salah satu aktivitas
yang dilakukan adalah mampir ke Pakuwon Super Mal, kemudian membeli
sejumlah bacaan untuk mengisi waktu sebelum kantuk menyerang.
Di kalangan remaja urban yang gemar membaca, sekali mereka pergi
ke toko buku biasanya yang dibeli tidak hanya satu-dua bacaan, tetapi
seringkali lebih dari itu. Bahkan, menjelang hari libur yang agak panjang,
long week end, apalagi liburan Lebaran atau Natal dan Tahun Baru, biasanya
para remaja urban ini akan membeli lebih banyak bacaan untuk “bekal”
mereka mengisi waktu luang yang panjang di rumah atau di daerah tujuan
wisata yang mereka kunjungi. Grecia, misalnya menyatakan menjelang
hari libur panjang, biasanya ia akan membeli bacaan minimal lima judul,
bahkan tidak jarang lebih dari sepuluh judul bacaan. Hal yang sama juga
dilakukan Nadia, Evelyn, Rossa, Nia, Rani, Nico dan Wendi. Jika yang dibeli
komik, jumlah buku yang dibeli mungkin saja sampai sepuluh eksemplar
lebih karena komik grafi s Manga yang populer biasanya serial hingga
sepuluh jilid lebih. Tetapi, kalau yang dibeli adalah novel fi ksi yang tebal
halamannya hingga 500 lembar lebih, biasanya yang dibeli remaja urban
tidaklah sebanyak ketika mereka membeli komik.
Tidak selalu, remaja urban yang gemar membaca pasti membeli
bacaan dan kemudian mengkoleksinya. Salah satu mekanisme yang
banyak dikembangkan remaja urban untuk memenuhi hasratnya untuk
terus membaca, selain pinjam pada teman, mekanisme lain yang dilakukan
biasanya adalah menyewa ke persewaan komik yang cukup banyak tersebar
di Kota Surabaya. Dengan menyewa, jelas ongkos yang dikeluarkan lebih
murah. Di Kota Surabaya, seperti sudah diuraikan di bab terdahulu, ada
banyak tempat persewaan buku yang selalu membuka pintu bagi remaja
urban yang berkeinginan untuk menyewa berbagai jenis bacaan. Di sana,
yang ditawarkan bukan hanya komik, tetapi juga novel dan majalah populer.
Bagi sejumlah informan yang merasa kewalahan jika harus membeli sendiri
komik yang judulnya ribuan jenis, maka salah satu cara yang populer adalah
dengan menyewa komik di tempat persewaan. Tarif sewa yang hanya Rp 500
sampai dengan Rp 1.000 per buku, atau bahkan Rp 2.000 sekali pun, tentu

