Page 104 - index
P. 104

92                                        Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


                   “Aku sudah baca semuanya, Twilight, New Moon dan Eclipse. Malah
                   sudah aku baca sebelum nonton fi lmya.Waktu Papaku ke Jakarta, di Periplus
                   Cengkareng katanya ada buku baru terusannya Eclipse. Tapi Papaku ndak
                   sempat beli. Jadi, besoknya aku sepulang sekolah mampir ke Periplus Super
                   Mal untuk beli Breaking Down. Isinya buagus... Tapi bacanya capek. Soalnya
                   Bahasa Inggris. Yang penting happy ending. Edward dan bella jadi menikah
                   dan punya anak. Bella tidak jadi mati, soalnya digigit Edward, sehingga sama-
                   sama jadi vampire. Teman-teman di sekolah banyak yang tanya ke aku......”
                   cerita Nadia.

                    Kelompok remaja urban seperti Nadia atau Rani yang dikenal teman-
              temannya sangat gemar membaca, menurut penuturan para informan
              seringkali bahkan menjadi trend-setter di kalangan anggota peer-group-nya:
              mereka menjadi rujukan dan dipercaya merekomendasikan ke teman-
              temannya untuk menyatakan bacaan mana yang menarik dan bacaan mana
              pula yang kurang menarik, sehingga boleh ditinggalkan terlebih dahulu.
              Berbeda dengan Nadia yang dikenal gemar membaca berbagai jenis bacaan,
              Rani, dikenal memiliki reputasi khusus untuk urusan merekomendasi judul
              komik grafi s mana yang bagus dan mana yang tidak. Rani sangat dipercaya
              teman-temannya, karena ia diketahui betul sebagai penggemar berat komik
              grafi s. Koleksi komiknya ribuan judul, sehingga sembari meledek sekaligus
              mengakui teman-temannya terkadang menyebut dia sebagai “Ratu Komik”.
              Sementara itu, Nadia diketahui teman-temannya memiliki koleksi yang
              sangat banyak, baik itu novel, komik, termasuk novel berbahasa Inggris.
              Nadia sering membeli novel-novel berbahasa Inggris lewat Amazon.com atau
              membeli di Kinokuniya atau Border Book Store di Singapura ketika ia liburan
              ke sana. Sebuah novel yang dikatakan Nadia bagus, niscaya akan dipercaya
              dan kemudian dibeli atau dibaca teman-temannya.
                   “Dulu teman-temanku tidak tertarik membaca novelnya Agnes Jessica. Tapi,
                   setelah aku beritahu kalau ceritanya bagus-bagus, sekarang ini banyak teman-
                   temanku yang beli novelnya Agnes Jessica. Pernah juga teman-teman aku
                   beritahu kalau novel The Hight Lord bagus. Terus, mereka juga ikut-ikutan
                   baca. Ada yang aku pinjami. Ada juga temanku yang beli sendiri di TriMedia,
                   soalnya nggak sabar nunggu giliran pinjam...”, tutur Nadia.
                    Dari hasil FGD yang dilakukan, diketahui bahwa di antara remaja
              urban yang sama-sama menyukai aktivitas membaca untuk kesenangan,
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109