Page 100 - index
P. 100
88 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
pertualangan? Ada pula remaja yang menyukai membaca novel teenlit,
tetapi sebagian remaja yang lain sama sekali tidak tertarik membaca novel
yang bahasanya dinilai sulit dipahami karena terlalu berlogat Jakarta.
Dari hasil indepth interview dan FGD, diketahui bahwa minat dan
selera remaja urban dalam memilih bacaan pada dasarnya memang sangat
beragam. Meski dalam beberapa kasus, mereka sama-sama gemar membaca
novel tertentu yang tengah populer, seperti Harry Potter atau Twilight, tetapi
di saat yang sama masing-masing informan sebetulnya memiliki selera yang
sangat beragam. Aga, Reza, Sofyan dan Anggiat, misalnya menyatakan novel
Twilight tidak terlalu menarik, karena ceritanya tidak seseru kalau membaca
Harry Potter. Sementara itu, Nico dan Aga menyatakan Twilight ceritanya
terlalu khayal, dan ia masih menganggap lebih mengasyikkan membaca
Laskar Pelangi. Sementara itu, Nadia, Evelyn, Rossa, Wendi, Grecia, Rani dan
lain-lain, meskinya menyatakan Twilight bagus, tetapi mereka juga sama
gemarnya ketika membaca komik Manga, komik Korea, atau novel yang lain.
“Masing-masing bacaan itu, memiliki daya tarik sendiri-sendiri....”, kata
Nadia dan Rossa mewakili teman-temannya. Sejumlah informan yang
diwawancarai dalam studi ini menyatakan bahwa selama ini, sebetulnya
sangat banyak bacaan yang menarik dan masing-masing memiliki nilai plus
tersendiri. Nadia, misalnya menceritakan ketika ia sepulang dari berlibur
ke Beijing dan Shanghai, maka jenis bacaan yang kemudian menarik
minatnya adalah novel-novel romance sejarah yang ada kaitannya dengan
kisah Kaisar dan Permaisuri atau Selirnya. Novel Empress Orchid dan Last
Empress karya Anchee Min –salah seorang penulis kelahiran Shanghai yang
karyanya dipuji New York Times— atau novel berjudul Maharani karya Pearl
S. Buck, sebuah novel yang menceritakan kisah selir favorit seorang Kaisar
China, ibu sang Pewaris Tahta yang cantik dan cerdas, yang rela mengorban
segalanya demi meraih kekuasaan dan ambisinya, kedua bacaan ini menarik
perhatian Nadia karena ceritanya berkaitan dengan pengalaman nyata
ketika ia berkunjung ke Forbiden City (Kota Terlarang) dan Greatwall atau
Tembok Raksasa China. Selain menyukai membaca novel atau cerita yang
berkaitan dengan pengalamannya, di saat yang sama Nadia juga mengaku
sangat menyukai membaca komik grafi s, novel teenlit, majalah populer, dan
lain-lain.

