Page 97 - index
P. 97

Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban              85


              membaca, entah itu novel  teenlit, cerita petualangan,  fi ksi populer, dan
              juga komik grafi s. Setiap ada waktu luang jalan-jalan ke mal, Rossa selalu
              menyempatkan diri mampir ke toko buku untuk membeli sejumlah bacaan.
              Rossa mengaku, setiap malam sebelum tidur, ia akan kesulitan memejamkan
              mata jika tidak terlebih dahulu menyempatkan waktu untuk membaca.
              Menurut Rossa, jika di hari Sabtu atau Minggu kebetulan orang tuanya ada
              undangan pesta pernikahan kolega atau kerabatnya, ia biasanya memilih
              tetap tinggal di rumah dan memanfaatkan waktu luang yang ada untuk
              membaca. Bagi Rossa, yang terpenting sebelumnya ia harus mempersiapkan
              terlebih dahulu sejumlah bacaan sebagai bekal membaca di rumah.

                    Sementara itu, Grecia, meski seleranya terhadap bacaan tidak
              terlalu beraneka-ragam seperti Nadia atau Rossa, tetapi ia mengaku juga
              menggemari berbagai jenis bacaan, khususnya novel sejarah atau legenda,
              novel  fi ksi populer, seperti  Twilight,  Eclipse dan sejenisnya. Sebagai anak
              tunggal, dan ayah-ibunya bekerja di luar kota, Grecia memang seringkali
              sendirian di rumah, hanya ditemani pembantu rumah tangga dan neneknya,
              sehingga untuk mengatasi rasa sepi, biasanya kalau tidak sedang kursus
              Bahasa Inggris atau les piano, Grecia memanfaatkannya untuk membaca.
              Sambil menunggu orang tuanya pulang kerja sekitar jam delapan malam,
              setiap harinya setelah semua urusan PR sekolah selesai dikerjakan, Grecia
              terbiasa membaca novel maupun komik. Khusus untuk komik, Grecia
              sebetulnya jarang membeli sendiri karena orang tuanya tidak terlalu suka ia
              terlalu banyak membaca komik. Jadi, justru pada saat orang tuanya belum
              pulang, Grecia biasanya sering membaca komik dengan cara meminjam
              dari teman-temannya di sekolah atau di Kelt Graha Family, tempat ia kursus
              Bahasa Inggris.
                    Di kalangan remaja yang gemar membaca, tetapi tidak terlalu
              kecanduan seperti Rossa, Nadia, Grecia, Nia, atau Nico, ketika mereka
              harus memilih membaca novel apa di antara sekian banyak novel yang
              ditawarkan di berbagai toko buku, menurut mereka salah satu yang
              dijadikan pertimbangan adalah popularitas bacaan itu. Sejumlah informan
              seperti Stefani, Ajeng, Anggiat, atau Levina, misalnya, seringkali terdorong
              untuk ikut membaca novel yang tengah populer, karena mereka percaya
              jika teman-temannya mengatakan novel itu bagus, maka mereka pun hanya
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102