Page 95 - index
P. 95
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 83
“Aku pernah beli novel drama, terjemahan dari novel asing. Katanya teman-
teman bagus. Setelah aku beli di TriMedia, ternyata isinya kayak cerita orang
besar. Tentang kawin-kawin gitu. Jadinya ndak enak bacanya. Ya..., akhirnya
ndak tak baca. Aku senang cerita yang lucu, yang tokohnya anak sekolahan......”,
tutur Ajeng.
Beberapa informan yang diwawancarai dalam studi ini diketahui
sebagian ada yang begitu gemar membaca novel fi ksi populer, sebagian
yang lain gemar membaca novel romance, cerita realisme, autobiografi ,
dan tidak jarang pula yang lebih gemar membaca komik grafi s atau komik
serial cerita detektif. Ada pula informan yang diketahui senang dan selalu
membaca dengan tekun semua jenis bacaan, tidak peduli genre apa yang
ditawarkan dalam bacaan itu, karena yang penting mereka dapat mengisi
waktu luangnya dengan terus-menerus membaca. Rani, misalnya adalah
salah seorang informan yang sangat gemar membaca komik grafi s Manga.
Koleksi komik Manga Rani jumlahnya sudah tidak lagi dapat dihitung,
karena hampir setiap ada penerbitan Komik Manga yang baru, ia mengaku
selalu membelinya. Setiap minggu, bahkan terkadang selang tiga hari,
Rani mengaku selalu berkunjung ke TriMedia, atau Kios Buku “Terbit”
yang menjadi langganannya di PTC (Pakuwon Trade Center). Demikian pula
Reza. Remaja kelas 8 di salah satu sekolah internasional ini mengaku sangat
gemar membaca komik grafi s, mulai dari Detektif Conan, Bleach, Worst, dan
sejenisnya. Tampaknya, sebagai remaja laki-laki, komik grafi s yang disukai
Reza adalah yang ber-genre action, petualangan atau cerita detektif. Sejumlah
informan lain, seperti Sofyan, Dicky, Reyhan, dan Anggiat, mereka semua
juga mengaku sangat gemar membaca komik grafi s, terutama komik Manga.
Mereka mengaku, sudah mulai kecil, Kelas II atau kelas III SD sudah mulai
membeli dan mengkoleksi sejumlah komik grafi s, seperti Sinchan, Doraemon,
Detektif Conan, dan lain sebagainya yang gambarnya lucu dan menarik
perhatian anak-anak.
Sementara itu, informan lain, seperti Ajeng, Shelin atau Nona, mereka
umumnya lebih menyukai membaca novel teenlit. Mereka terkadang mem-
beli di toko buku, tetapi tak jarang juga meminjam ke teman berbagai novel
teenlit yang saat ini memang tengah banyak digemari remaja perempuan.
Cerita novel teenlit yang ringan, menghibur dan menggunakan tutur kata
yang khas remaja, dialog dengan logat Jakarta layaknya aktris Cinta Laura,

