Page 101 - index
P. 101
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 89
“Sepulang liburan dari China, aku memang membeli beberapa novel di
Gramedia. Dulunya sih aku biasa-biasa saja. Tetapi setelah dari China, aku kok
jadi tertarik membaca novel yang settingnya kerajaan. Soalnya kata guideku di
sana, nasibnya permaisuri itu biasanya sengsara. Raja ada lho yang selirnya
sampai 3 ribu lebih. Novel Empress Orchid yang tak baca itu ceritanya buagus.
Aku juga beli novel terusannya, Last Empress......”, tutur Nadia.
Sementara itu, bagi sejumlah informan yang lain, seperti Dicky,
Rayhan, Sofyan, dan Reza bacaan yang mengasyikan tidak ada lain adalah
komik. Sofyan, misalnya boleh dikata adalah penggemar berat komik grafi s,
terutama komik Manga. Sesekali, Reza memang menyelingi aktivitasnya
membaca komik grafi s dengan membaca novel yang tengah populer, seperti
Harry Potter, Pirates of the Carribean atau Golden Compass. Tetapi, Sofyan
mengaku ia sering kurang sabaran ketika harus membaca novel yang terlalu
tebal. Bagi Sofyan, bacaan yang ringan, namun mengasyikan adalah komik
grafi s. Di rumahnya, Sofyan mengaku koleksi komiknya sangat banyak.
Ayahnya sempat marah dan menegur Sofyan agar tidak terlalu banyak
membeli dan membaca komik. Untuk menyiasatinya, Sofyan mengaku
biasanya ia tukar-menukar komik dengan teman-temannya di sekolah. Jadi,
Sofyan biasanya membeli komik janjian terlebih dahulu dengan sesama
teman agar judulnya tidak sama, kemudian di sekolah mereka akan saling
tukar. Cara ini selain hemat, juga menyelamatkan dari resiko agar tidak
ditegur ayahnya jika dinilai terlalu sering minta uang untuk membeli komik.
“Di rumah, komikku banyak. Sekarang ini sudah hampir satu lemari penuh. Papaku
sempat marah, soalnya aku dibilang ngabis-ngabisan uang untuk beli komik terus.
Sekarang, sebagian komikku, kalau habis beli aku sembunyikan di kotak, biar tidak
kelihatan banyak. Wah, Papaku bisa marah lagi. Aku juga sekarang sering pinjam
ke teman. Pokoknya tukar-tukaran sama teman. Lumayan, irit. Yang penting bisa
terus baca komik.......”, tutur Sofyan.
Terlepas, jenis bacaan seperti apa yang digemari masing-masing
remaja urban, bagi sejumlah informan yang diteliti, yang terpenting adalah
bagaimana dapat mengisi waktu luang dengan aktivitas membaca. Di
kalangan remaja urban, di mata mereka yang penting bukanlah sekadar pada
apa yang mereka baca dan jenis cerita apa yang paling disukai, melainkan
yang terpenting adalah mereka bisa pergi ke toko buku dan menikmati
aktivitas membaca dengan bebas, menurut selera dan kemauannya sendiri:

