Page 22 - index
P. 22
10 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
cukup pesat, terutama sejak di berbagai toko buku beredar buku-buku
bacaan, komik atau bacaan lain yang inovatif dan populer, terutama hasil
impor dari negara-negara maju yang mampu mengemas buku menjadi
bagian dari komoditi kapitalistik. Meski kebanyakan remaja urban ditengarai
tidak terlalu gemar membaca, tetapi di kalangan sebagian remaja urban,
dari hasil obvervasi awal diketahui cukup banyak di antara mereka ternyata
merupakan remaja penggemar bacaan, setiap bulannya menyisihkan cukup
banyak dana untuk membeli buku, novel, atau komik dan memiliki koleksi
yang jumlahnya mencapai ratusan atau bahkan ribuan buku (Surya, 8 Juni
2008). Selain jalan genre dan ceritanya yang menarik, bagi remaja urban
membaca sebuah novel fi ksi populer atau membaca nocel yang lain, bahkan
komik sekalipun, faktor-faktor yang acapkali menjadi daya tarik sebuah
bacaan biasanya adalah sosok sang tokoh, kemungkinan dapat berfantasi
dan menyelami isi cerita, atau bisa juga format bacaan yang terkadang
sengaja dikemas penerbit dalam bentuk serial sehingga menimbulkan
ketagihan untuk terus membaca hingga cerita benar-benar usai.
Di berbagai toko buku besar seperti Gramedia, Gunung Agung,
atau Trimedia, jika kita menyempatkan diri melihat di sela-sela rak buku
untuk anak dan remaja yang dipajang berderet-deret, maka dengan mudah
ditemui sejumlah anak yang tengah asyik membuka halaman demi halaman
buku bacaan, sebagian bahkan sembari duduk atau setengah tiduran. Di
sejumlah negara tetangga, seperti Singapura atau Malaysia, di toko buku
besar katakanlah Kinokuniya Book Store yang terkenal itu, pada hari-hari libur
panjang sekolah, kita juga akan dengan mudah menjumpai sejumlah anak
dan remaja dari berbagai kota besar di Indonesia yang tengah berkunjung
ke sana tampak asyik memilih novel fi ksi populer, atau membuka komik
grafi s Manga atau Avatar yang saat ini memang tengah populer di kalangan
remaja urban.
Di kalangan remaja urban, memang salah satu jenis bacaan yang
belakangan ini tengah booming adalah komik grafi s dan novel-novel fi ksi
populer. Di berbagai toko dan kios buku, komik grafi s dan novel fi ksi
sangat laris. Diperkirakan, dalam tiga tahun terakhir, jumlah penerbitan
dan penjualan komik grafi s meningkat hingga 200-400% (Davis, 2004).
Harian Kompas (30 Nopember 2008) mensinyalir bahwa jumlah pembaca
buku, khususnya peminat komik di Indonesia meningkat, baik dari

