Page 24 - index
P. 24
12 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
Terlepas apakah fi lm merupakan faktor daya tarik remaja untuk membaca
novelnya, namun pada kenyataannya ada peningkatan pembelian novel-
novel best seller ketika gedung bioskop memutar fi lm yang ceritanya diang-
kat dari novel-novel tersebut. Data yang diperoleh dari penerbit Gramedia
Pustaka Utama misalnya, mencermati beberapa buku seperti Harry Pot-
ter dan Laskar Pelangi meningkat penjualannya ketika beredar pula fi lmya
di bioskop. Buku pertama sampai dengan keempat Harry Potter terhitung
mengalami beberapa cetak ulang. Buku pertama Harry Potter tercatat telah
dicetak ulang mulai Januari tahun 2000 sampai dengan Mei 2003 sehingga
total penjualan 132.424 buku. Buku kedua, sejak cetakan pertama April 2001
hingga 2003 laku 128.324 buku. Demikian juga dengan buku ketiga dan ke-
empat sejak awal diterbitkan hingga tahun 2003 sudah terjual menembus
100.045 buku. Walaupun dari fakta ini belum dapat disimpulkan tentang
peningkatan jumlah pembaca novel di kalangan remaja, namun paling ti-
dak bisa didapatkan suatu gambaran sementara tentang perilaku membaca
remaja khususnya membaca untuk kesenangan (reading for pleasure) yang
tidak terlepas kaitannya dengan produk budaya massa lainnya.
Keempat, karena di tengah kehidupan masyarakat urban yang
dipenuhi banyak aktivitas bersenang-senang, seperti jalan-jalan ke mal,
menonton fi lm di bioskop, menyewa atau membeli VCD/DVD, dan
lain sebagainya, ternyata bagi sebagian remaja urban kegiatan membaca
sepertinya merupakan kegiatan alternatif yang dipilih untuk mengisi waktu
luang. Studi yang dilakukan oleh Jennifer Campbell (2007) menyebutkan
bahwa aktivitas mengisi waktu luang menjadi persoalan penting dalam
proses perkembangannya selama periode masa remaja. Ada dua hal yang
bisa dikaitkan dengan aktivitas waktu luang tersebut, yaitu selain perannya
dalam perkembangan identitas, juga sebenarnya leisure merupakan bagian
dari pengembangan gaya hidup mereka sebagai remaja. Studi ini lebih
diarahkan pada pemanfaatan waktu luang untuk pleasure reading dalam
kaitannya dengan perkembangan gaya hidup remaja urban dan meluasnya
produk-produk industri budaya dari kekuatan kapitalisme.
Studi ini secara khusus meneliti perilaku membaca remaja urban,
karena dari segi gaya hidup yang dikembangkan, kelompok ini merupakan
bagian dari warga masyarakat urban yang paling dinamis, radikal dan
konsumtif secara ekonomi, dan mereka semua ada pada rentang usia yang

