Page 26 - index
P. 26
14 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
berkembang dalam perspektif Cultural Studies umumnya telah banyak
mengkaji peran industri budaya kapitalisme dan perkembangan budaya
populer, terutama fi lm dan mode atau fashion, tetapi nyaris belum ada kajian
tentang perilaku membaca dari perspektif Cultural Studies. Dengan dilakukan
kajian ini, bukan saja akan mengisi celah salah satu fokus kajian yang
masih terbuka dalam studi Cultural Studies, tetapi juga diharapkan dapat
memberikan sumbangan konseptual baru dan makin memperkaya studi-
studi tentang gaya hidup dan perilaku konsumsi masyarakat, khususnya
perilaku membaca untuk kesenangan di kalangan remaja urban.
Kedua, dari segi praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi para pendidik, penyelenggara pendidikan serta
para perencana pembangunan, dalam merumuskan berbagai strategi untuk
pelaksanaan program intervensi guna mempercepat upaya meningkatkan
perilaku gemar membaca di kalangan remaja yang merupakan fondasi dari
upaya membangun proses belajar menuju masyarakat yang berbasis ilmu
pengetahuan (knowledge society). Meski selama ini telah banyak dikembangkan
berbagai upaya untuk menumbuhkan perilaku gemar membaca di kalangan
remaja, tetapi karena pendekatan yang dilakukan cenderung bersifat
konvensional, sekadar melihat persoalan perilaku membaca sebagai bagian
dari aktivitas pendidikan di sekolah, maka hasilnya hingga kini masih belum
juga optimal. Dengan mengacu pada studi ini, selain diharapkan upaya untuk
menumbuhkembangkan perilaku gemar membaca di kalangan remaja akan
dapat lebih terfokus dan menyentuh sisi-sisi yang lebih kontekstual serta
sesuai karakteristik remaja, juga diharapkan pada tahap berikutnya dapat
melahirkan sebuah langkah terobosan baru untuk memperbaiki tingkat
literacy masyarakat, khususnya generasi muda dalam upaya peningkatan
kualitas sumber daya manusia yang berbasis Human Development.
1.3 METODOLOGI
Penelitian ini mengkaji perilaku membaca untuk kesenangan dari
perspektif Cultural Studies dengan menekankan arti penting meaning
(Alasuutari, 1995: 26). Asumsi dasar dari pendekatan Cultural Studies adalah
memandang perilaku manusia sebagai produk dari logika dialektis, bahwa
aktor –yang dalam hal ini adalah remaja urban-- merupakan pencipta
aktif makna, bersifat polisemis di mana seorang aktor sesungguhnya

