Page 23 - index
P. 23
Menakar Perilaku Gemar Membaca Remaja Urban 11
pembaca maupun calon komikus. Bahkan industri komikpun saat ini telah
berkembang berkembang dan sudah merambah pada isi yang bisa diakses
dari telepon genggam. Salah satu operator telepon seluler di Indonesia,
Indosat, misalnya belum lama ini telah meluncurkan fasilitas i-comic yang
bisa mengakses komik, baik teks maupun gambar melalui telepon seluler.
Di kalangan remaja urban, komik serial, seperti Manga dari Jepang, komik
dari Korea, Avatar, komik dengan tokoh kartun lucu Sinchan, Detektif Conan,
dan lain sebagainya sangat digemari, dan dengan mudah bisa dilihat selalu
dipajang di berbagai toko buku.
Kedua, selain ada indikasi makin berkembangnya minat membaca di
kalangan remaja urban, belakangan ini tidak jarang pula ditemui sejumlah
remaja urban yang ternyata tidak hanya membeli dan asyik membaca
bacaan yang tengah populer, tetapi lebih dari itu mereka juga mengkoleksi
berbagai merchandise yang ada kaitannya dengan bacaan yang mereka
gemari. Perilaku yang disebut John Nguyet Erni (2006) sebagai sinergistic
consumption (konsumsi sinergistik) ini, ditengarai belakangan ini makin
meluas dan ditangkap sebagai salah satu peluang bisnis yang cukup
menguntungkan. Di sejumlah mal besar di Kota Surabaya, di beberapa
counter ditemukan memamerkan secara atraktif berbagai boneka yang
merupakan tokoh-tokoh atau ikon dalam bacaan yang saat ini tengah
populer, termasuk berbagai merchandise seperti dompet, gantungan kunci,
gantungan handphone, bantal, kaus kaki, bantalan mouse dan lain-lain. Di hari
libur sekolah, counter-counter seperti itu biasanya cukup banyak dikunjungi
remaja urban yang menginginkan membeli merchandise produk industri
budaya untuk dikoleksi atau diberikan sebagai hadiah ulang tahun kepada
teman-temannya. Maraknya penjualan berbagai macam merchandise tersebut
biasanya seiring dengan atau tidak beberapa lama jarak waktunya dengan
diputarnya fi lm-fi lm yang diadopsi dari novel-novel serta komik-komik
yang digemari ataupun best seller.
Ketiga, ketika fi lm-fi lm produk Hollywood mulai banyak menayangkan
atau memproduksi fi lm yang ceritanya bersumber dari buku-buku yang se-
belumnya populer dan menjadi best-seller, ternyata hasilnya satu sama lain
justru saling terkait. Buku fi ksi dan fi lm Harry Potter karya J.K. Rowling,
misalnya dewasa ini sangat populer dan digemari ratusan juta remaja di
berbagai belahan dunia, termasuk remaja di kota metropolitan Surabaya.

