Page 70 - index
P. 70
58 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
juga selalu dengan mudah ditemui toko dan kios buku yang menjajakan
berbagai jenis bacaan terbaru.
Berbeda dengan toko buku di masa lalu yang umumnya didominasi
dengan display alat sekolah, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, busur,
jangka dan lain-lain serta buku-buku pelajaran sekolah, saat ini berbagai jenis
bacaan yang ditawarkan di toko dan kios buku cenderung makin beraneka-
ragam. Novel fi ksi populer, romance, komik grafi s, majalah populer, dan lain
bacaan populer lainnya yang semua ditata dan dijajar dalam deretan rak yang
rapi dan atraktif: membuat siapa pun yang berkunjung niscaya akan tertarik
sekadar melirik, dibaca sepintas atau bahkan kemudian membelinya. Bisa
dibayangkan, siapa yang tak tertarik untuk membeli novel-novel dan komik
yang dipajang dengan cover yang dikemas sangat menarik dan atraktif. Bagi
remaja urban yang gemar membaca, perkembangan industri bacaan dan
toko buku, tampaknya berjalan pararel sama cepatnya dengan keinginan
dan kebutuhan mereka untuk membaca.
3.1 REMAJA DAN SISWA SMP DI KOTA SURABAYA
Menurut hasil proyeksi BPS jumlah penduduk Kota Surabaya tahun
2009 tercatat sebanyak 2.724.028 jiwa, dengan rincian 1.349.671 jiwa berjenis
kelamin laki-laki, dan 1.374.357 jiwa berjenis kelamin perempuan. Untuk
penduduk yang termasuk kategori remaja dan pemuda, berusia sekitar
10-14 tahun tercatat sebanyak 181.725 jiwa, sedangkan yang berusia 15-19
tahun sebanyak 264.921 jiwa.
Jumlah SMP di Kota Surabaya tercatat sebanyak 41 unit SMP Negeri
dan 299 SMP Swasta. Dibandingkan SMP Negeri, memang jumlah SMP
Swasta jauh lebih banyak. Secara keseluruhan jumlah siswa SMP di Kota
Surabaya, menurut hasil pendataan tahun 2007 tercatat sebanyak 109 ribu
lebih, di mana jumlah siswa SMP Negeri sebanyak 40.901 jiwa dan SMP
Swasta sebanyak 68.904 jiwa. Sebagian SMP Swasta yang ada di Kota
Surabaya adalah sekolah yang tergolong populer, seperti SMP Ciputra,
Al-Hikmah, SMP Petra, Santa Maria, St Louis dan lain sebagainya, yang
sebagian besar siswanya adalah kelompok remaja urban yang berasal dari
golongan menengah ke atas.

