Page 65 - index
P. 65

Perspektif Cultural Studies dan Studi-studi Terdahulu Tentang ...       53


              antusias membaca daripada responden kelas 7. Studi yang dilakukan oleh
              Niewenhuizen (2001) di Australia juga menunjukkan hal yang sama.

                    Di kalangan remaja perkotaan, kebiasaan mereka membaca umumnya
              lebih berkembang dibandingkan remaja di wilayah pedesaan. Studi yang
              dilakukan oleh Cartwright dan Allen (2002) menunjukkan bahwa anak-anak
              dan remaja dari kawasan rural umumnya membaca lebih sedikit daripada
              teman-teman mereka di kawasan urban, apapun tingkat pendidikan orang
              tua mereka. Tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh pada jumlah
              buku yang dibaca dan pilihan genre oleh remaja. Di kalangan remaja urban,
              kedua peneliti tersebut juga menemukan bahwa toko buku merupakan
              sumber yang populer di kalangan remaja dan menjadi sumber untuk
              memperoleh bacaan untuk kesenangan.
                    Bagi sebagian orang, terutama remaja, berbagai studi sebagaimana
              diuraikan di atas memperlihatkan bahwa membaca tampaknya tidak
              selalu dipahami sebagai aktivitas yang menyenangkan dan penuh dengan
              kegembiraan (joyfull reading). Anak-anak dan remaja sering mengasosiasikan
              buku identik dengan kegiatan belajar, bukan kesenangan (pleasure) (Nel, 2007).
              Padahal, dalam kenyataan membaca sebenarnya juga bisa menimbulkan
              rasa relaksasi dan terlepas dari tekanan hidup sehari-hari (Usherwood &
              Toyne, 2002). Membaca di luar jam sekolah dan dilakukan dengan bebas,
              acapkali dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi remaja.

                    Berbeda dengan tugas membaca di sekolah, membaca dengan
              kemauan sendiri melibatkan pilihan apa yang akan dibaca remaja yang
              bersangkutan, bilamana dan kapan membacanya, dan tidak dibutuhkan
              penilaian terhadap keberhasilan membacanya, selain pembaca memang
              berencana menentukannya sendiri. Membaca untuk kesenangan adalah
              sumber berharga bagi prestasi literasi di sekolah, dan terbukti tidak selalu
              harus bertentangan dengan prestasi dan tugas-tugas akademik di sekolah.

                    Bagi sebagian kalangan pendidik yang konservatif, membaca untuk
              kesenangan yang terlalu intens, dalam banyak kasus memang dikhawatirkan
              akan bersifat kontra-produktif: membuat remaja atau siswa ketinggalan
              di kegiatan akademik. Tetapi, berbagai kajian telah membuktikan bahwa
              membaca untuk kesenangan ternyata tidak selalu berdampak negatif
              bagi proses pembelajaran dan prestasi akademik remaja. Dalam kegiatan
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70