Page 62 - index
P. 62
50 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
Komik adalah serangkaian gambar visual yang ditata dalam suatu
sekuens (urutan) digabung dengan teks untuk menyampaikan beberapa ide
lengkap. Dewasa ini, komik kerapkali dirasakan sebagai sebuah genre baru
dalam fi ksi fantastik. Kehadiran internet menyebabkan para penggemar buku
atau komik lebih mudah untuk menelusur lebih jauh objek kegemarannya.
Seperti dikatakan para ahli, bahwa internet membuka jendela dunia dan
membuat para pembelanjanya atau orang yang ingin tahu mengembangkan
fantasi dari mejanya dengan nyaman (Davis, 2004).
Bagi anak muda, lebih dari sekadar bermanfaat untuk menambah
pengetahuan dan pararel dengan kompetensi di bidang akademik,
membaca buku apapun sebagai bagian dari gaya hidup sesungguhnya
juga sekaligus memberikan kapital budaya yang merupakan indikasi dari
identitas kelompok. Kapital budaya ini adalah sumber daya simbolik, tidak
hanya untuk status kebanggaan diri pada keluarga kelompok menengah,
tetapi juga untuk membentuk dan memperluas hubungan serta jaringan
sosial yang mengarah pada reproduksi kelompok sosial (John Nguyet
Erni, 2006). Meski dalam batas-batas tertentu, aktivitas membaca yang
menyenangkan mungkin benar dibentuk dan terbentuk karena dominasi
kekuatan kapitalisme, tetapi sebagaimana dikatakan Anthony Giddens
(2003), bahwa dalam proses dialektika di mana apa yang dilakukan para
individu adalah juga apa yang mereka bangun. Dengan kata lain, menurut
Giddens, struktur adalah sumber daya yang bisa memberdayakan sekaligus
membatasi masyarakat, namun tetap individu memiliki kemungkinan dan
pilihan.
2.6 STUDIǧSTUDI TERDAHULU TENTANG MEMBACA UNTUK
KESENANGAN
Sebagai sebuah perilaku, membaca bukanlah sesuatu yang selalu
seragam, homogen atau berpola serba sama. Di berbagai komunitas dan
orang yang berbeda usia, kebiasaan dan perilaku gemar membaca warga
masyarakat umumnya tidak sama: masing-masing memiliki kekhasan pola
yang berbeda dalam soal pemanfaatan waktu untuk membaca, selera dan
alasan yang beragam, dan juga intensitasnya.
Studi yang dilakukan McCreath (1975), di Afro-Amerika terhadap
sejumlah mahasiswa yang berkuliah di kampus yang terletak di wilayah

