Page 59 - index
P. 59

Perspektif Cultural Studies dan Studi-studi Terdahulu Tentang ...       47


              budaya populer, seperti buku, fi lm dan yang lain akan membangkitkan emosi
              keakraban dan kehangatan, mendorong subyek untuk terus kecanduan
              membaca, menonton  fi lm dan mencari berbagai produk budaya lain yang
              bekaitan, karena intimasi dan komodifi kasi telah menjadi jantung bagi industri
              budaya, selain karakter  merchandizing atau menjual kegembiraan (Allison,
              tanpa tahun). Dalam masyarakat yang kapitalistik dan mengembangkan
              komodifi kasi budaya, produk-produk budaya dikemas dan diberi nilai
              tambah untuk kesenangan (adding leisure).

                    Sebagai bagian dari gaya hidup, aktivitas membaca untuk kesenangan
              biasanya tidak bersifat temporer: sesaat kemudian memudar. Membaca
              yang dilakukan dengan penuh kegembiraan atau kesenangan, niscaya akan
              melahirkan para pengemar atau pembaca yang adiktif. Menurut Henry
              Jenkins (1992), ada tiga ciri utama yang menandai moda pemberian (makna)
              budaya penggemar dalam membaca teks-teks media, yaitu yang berkaitan
              dengan: cara penggemar menarik teks mendekati ranah pengalaman hidup
              mereka; peran yang dimainkan melalui pembacaan kembali dalam budaya
              penggemar; dan proses yang dengannya informasi program dimasukkan
              dalam interaksi sosial yang terus menerus. Secara lebih rinci, ciri yang
              menandakan pembaca yang adiktif adalah: pertama, pembacaan penggemar
              dicirikan oleh sebuah intensitas keterlibatan intelektual dan emosional.
              Kedua, penggemar tidak sekadar membaca teks, mereka senantiasa membaca
              kembali teks-teks itu, karena didorong hasrat untuk terus membaca guna
              menjawab sejumlah pertanyaan: bukan apa yang terjadi, tetapi bagaimana
              sesuatu itu terjadi, mempertanyakan hubungan antar tokoh, tema narasi,
              produksi pengetahuan dan wacana sosial. Ketiga, kebanyakan pembacaan
              adalah proses yang soliter, yang dilakukan secara pribadi, tetapi sebagai
              bagian dari suatu komunitas: para pembaca mencipta makna untuk
              berkomunikasi dengan penggemar yang lain (Storey, 2007: 165).
                    Berbagai produk budaya populer di bidang penerbitan, seperti novel
              fi ksi populer, roman yang menawarkan fantasi, bacaan yang menampilkan
              kisah heroik, tokoh lucu, dan lain sebagainya merupakan fenomena penerbitan
              sekaligus buku favorit yang banyak digemari pembaca, menjadi bagian dari
              waralaba pemasaran dan instrumen ideologi. Fantasi, kisah romantis dan
              berbagai kisah yang ditawarkan semua berkaitan dengan materialisme dari
              kapitalisme. Fantasi dan simulasi yang seolah-olah sama dengan realitas, di
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64