Page 55 - index
P. 55
Perspektif Cultural Studies dan Studi-studi Terdahulu Tentang ... 43
olah mereka akan dianggap kuper, tidak mengikuti perkembangan jaman, dan
karena itu bukan tidak mungkin kesulitan bergaul dengan lingkungan remaja
urban yang begitu dinamis.
Orang muda atau remaja, menurut perspektif Cultural Studies adalah
konsumen budaya yang aktif, dan bukan korban-korban budaya yang pasif
(Storey, 2007: 153). Subkultur anak muda terlibat dalam bentuk-bentuk
perlawanan simbolik terhadap budaya dominan maupun budaya orang tua.
Subkultur anak muda selalu bergerak dari originalitas dan oposisi menuju
pelibatan unsur komersial dan penurunan tensi ideologis sebagaimana
industri-industri budaya pada akhirnya berhasil memasarkan perlawanan
subkultur untuk keuntungan dan konsumsi umum (Storey, 2007: 152). Ciri
yang menandai anak muda urban, secara garis besar adalah: Pertama, kaum
muda berada pada tahap perkembangan, yang mana sikap dan nilai-nilainya
sedang pada tahap pembentukan dalam mengambil ideologi-ideologi
tertentu. Kedua, masa trasisi dari anak-anak yang tergantung menuju masa
dewasa otonom, biasanya hadir fase yang bersifat memberontak, juga pada
masyarakat modern karena kompleksitasnya lebih tinggi (Sutrisno (ed.),
2007: 156). Remaja bukanlah merupakan suatu kategori universal biologi,
melainkan satu konstruk sosial yang tengah berubah yang muncul pada
kurun waktu tertentu dan pada kondisi defi nitif (Barker, 2004: 334). Remaja
adalah sebuah konstruk diskursif, di mana yang penting diperbincangkan
adalah diskursus tentang gaya, citra, perbedaan dan identitas.
Selama ini, banyak ahli telah menyatakan bahwa masa remaja
merupakan masa transisi atau peralihan, dan memiliki keunikan tersendiri
(Agustiani, 2006: 28-29). Seseorang yang mulai memasuki masa remaja, ia tak
pelak adalah mengalami perubahan kemampuan berpikir, yakni memasuki
apa yang disebut Piaget (1972) sebagai tahap formal operation dalam
perkembangan kognitifnya. Berbeda dengan anak-anak yang kemampuan
kognitifnya masih agak terbatas dan cenderung lebih banyak memahami
realitas apa adanya secara kasat mata. Remaja pada masa awal (12-15 tahun),
masa remaja pertengahan (15-18 tahun) apalagi remaja pada masa akhir
(19-22 tahun) umumnya telah mampu berhadapan dengan aspek-aspek
yang hipotesis dan abstrak dari realitas, sehingga pada tahap ini mereka
biasanya penuh dengan imajinasi dan daya jelajah pikirannya benar-benar
berkembang luar biasa. Bagi kekuatan kapitalis, karakteristik dan ciri remaja

