Page 58 - index
P. 58
46 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
beradaptasi dengan perkembangan masyarakat yang makin modern, atau
bahkan mengglobal.
2.5 KONSUMSI SINERGISTIK DAN DAYA TARIK BACAAN
Salah satu tema kajian Cultural Studies, selain gaya hidup adalah
aktivitas yang dikembangkan masyarakat, termasuk remaja urban dalam
mengisi waktu luang (leisure time). Dalam berbagai kajian yang telah
dilakukan dalam Cultural Studies, aktivitas rekreasi dan leisure seringkali
dihubungkan dengan perkembangan identitas, karena aktivitas tersebut
menjadi bagian penting dari gaya hidup dan kehidupan sehari-hari manusia,
termasuk para remaja.
Menurut Campbell (2007), setiap hari, para remaja diperkirakan
menghabiskan sekitar 40-50 persen waktunya untuk terlibat dalam aktivitas
leisure. Bagi para remaja, manfaat dari leisure bukan hanya memberikan
keuntungan psikologis dan fi siologi, tetapi juga sosial. Keterlibatan remaja
dalam aktivitas leisure akan meningkatkan kesehatan jiwa, meningkatkan
harga diri, dan mengurangi tingkat depresi. Sementara keuntungan
fi siologi dari aktivitas leisure meliputi menurunnya kadar lemak dalam
tubuh, mengurangi penyakit dan meningkatkan daya tarik fi sik, termasuk
mengurangi kemungkinan remaja terlibat dalam penggunaan obat-
obatan terlarang. Partisipasi remaja dalam aktivitas leisure juga memiliki
keuntungan sosial, termasuk membaiknya hubungan dengan orang tua dan
persahabatan dengan kelompok sebaya yang terlibat dalam aktivitas yang
sama (Campbell, 2007).
Dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas leisure bisa bermacam-macam,
seperti berkumpul bersama teman, menonton televisi, membaca di luar
sekolah, olahraga dan permainan, tukar pendapat, seni serta hobi (Kleiber
dkk., 1993, dalam: Campbell, 2007). Kesenangan yang diperoleh dari membaca
atau melakukan berbagai aktivitas leisure yang lain, bukan hanya merupakan
dampak psikologik saja, melainkan mengarah pada serangkaian pengalaman
yang mengakar dalam hubungan sosial dan produksi (Frith, 1982, dalam:
O’Connor & Klauss, 2000).
Frued (1914, 2003) menyatakan bahwa kenikmatan (psychoanalytic
pleasure) adalah apa yang memotivasi subyek (Shen, 2007). Berbagai produk

