Page 63 - index
P. 63
Perspektif Cultural Studies dan Studi-studi Terdahulu Tentang ... 51
perkotaan menemukan bahwa mayoritas mahasiswa dilaporkan memiliki
sikap baik terhadap kegiatan membaca, namun hanya 38% responden yang
sering atau secara teratur membaca untuk kesenangan. Sementara itu, 58%
responden hanya membaca kadang-kadang saja atau tidak sama sekali
(dalam: Galik, 1999).
Sementara itu, survei tahun 2006 yang dilakukan oleh BBC terhadap
4 ribu orang dewasa menunjukkan bahwa 82% dari mereka menikmati
membaca. Membaca dipandang lebih penting daripada seks (paling tidak
bagi kaum perempuan) dan menonton TV, namun masih dianggap kalah
penting dengan waktu yang dihabiskan dengan teman, keluarga, dan
mendengarkan musik (lihat: Clark & Rumbold, 2006).
Khusus untuk kalangan anak-anak dan remaja, kebiasaan dan
perilaku membaca yang berkembang sangat beragam ditinjau dari tingkatan
umur maupun jumlah buku yang dibaca, bahkan mengalami pasang surut.
Berbagai studi tentang kebiasaan dan perilaku membaca di kalangan remaja
yang selama ini telah dilakukan menemukan pola yang berbeda, bahkan
kadang temuannya bertentangan. Whitehead dan kolega (1977) meneliti
kebiasaan membaca anak-anak dan menemukan bahwa anak-anak usia 10
tahun ke atas membaca rata-rata 3 buku dalam sebulan, dengan 13% anak-
anak yang tidak membaca buku satupun. Mereka juga menemukan bahwa
jumlah buku yang dibaca semakin berkurang seiring dengan bertambahnya
usia. Pada usia 14 tahun ke atas, rata-rata anak membaca 1.9 buku per bulan,
sedangkan persentase siswa yang tidak membaca buku satu pun meningkat
menjadi 36%.
Sementara itu, studi yang dilakukan Morrow & Weinstein menemukan
bahwa sedikit sekali siswa sekolah dasar –yang mereka amati– yang memilih
buku selama waktu bebas mereka. Greaney (1980) menemukan bahwa
selama waktu luang, anak kelas 5, hanya 5.4% saja yang menghabiskan waktu
dengan membaca (Fractor, Woodruff, Martinez, Teale, 1993, dalam: Arthur,
1995). Di kalangan anak-anak ada kecenderungan kegiatan membaca makin
kalah menarik bila dibandingkan kegiatan yang lain, terutama menonton
televisi atau bermain game di komputer.
Survei pada anak-anak sekolah untuk World Book Day di tahun 2002
menemukan bahwa pada usia 15-16 tahun, anak laki-laki menghabiskan 2

