Page 61 - index
P. 61
Perspektif Cultural Studies dan Studi-studi Terdahulu Tentang ... 49
dan Woollacott mengakui bahwa teks dalam fi ksi populer menciptakan
daya tarik tersendiri (Storey, 2007: 43).
Objek populer yang menjadi daya tarik utama dalam produk industri
budaya adalah ikon, sedangkan manusia populer adalah pahlawan
atau seringkali selebriti (Forbes, 2003). Buku bacaan apa yang digemari
pembacanya, entah itu roman romantis, komik grafi s dari Jepang atau
Korea yang gambarnya aneh tetapi justru karena itu digemari para remaja,
novel hero yang menampilkan jagoan culun seperti Harry Potter, misalnya
semuanya cenderung menciptakan fantasi di kalangan pembacanya berupa
ikon. Bahkan, dalam kehidupan nyata, tokoh yang menjadi pemeran ikon
dalam sebuah bacaan atau fi lm, seringkali akan dipuja banyak penggemarnya,
seolah tidak bisa dibedakan apakah mereka hanya seorang artis atau betul-
betul seorang hero.
FR Leavis dan Denys Thompson (1977) menyatakan fi ksi populer
menawarkan bentuk-bentuk adiktif, berupa kompensasi dan distraksi –
suatu yang berbalikan dengan pengertian rekreasi itu sendiri, karena
cenderung bukannya memperkuat dan menyegarkan kegemaran dan
kehidupan, melainkan justru melahirkan penolakan menghadapi realitas,
dan kebiasaan berfantasi layaknya orang kecanduan obat bius (Storey,
2007: 35). Seorang pembaca yang adiktif, biasanya memiliki pilihan selera
yang rumit tetapi terus-menerus mencari bahan bacaan untuk memuaskan
hasratnya membaca: ia tidak hanya menggembari satu-dua judul buku
berikut asesorisnya. Tetapi, selera dan pilihan bacaan mana yang disenangi
acapkali beraneka-ragam: mulai dari novel, buku cerita, majalah, termasuk
juga komik dan novel grafi s yang belakangan ini makin populer.
Komik dan novel grafi s, menurut Jennie R. Davis (2004) memang
diakui telah tumbuh menjadi salah satu alternatif bacaan yang banyak
menyita perhatian pembaca dari segala usia. Komik dan novel grafi s yang
biasanya dicetak dan diterbitkan secara serial telah menjadi candu tersendiri
bagi pembacanya untuk terus mencari nomor terbitan berikutnya. Di saat
pejualan buku mengalami stagnan, penjualan novel dan komik grafi s justru
mengalami lonjakan besar dari pertumbuhan 30% menjadi 200%, bahkan
Marvel Comics mengalami peningkatan sebesar 400% (Davis, 2004).

