Page 64 - index
P. 64

52                                        Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              sampai 3 jam per minggu untuk membaca demi kesenangan, dibandingkan
              dengan 9 jam bermain permainan komputer atau 11 jam menonton TV.
              Anak perempuan memiliki jam membaca yang lebih banyak, yaitu 4.5 jam
              per minggu. Lebih rincinya, 81% pada mereka yang berusia 11 hingga 12
              tahun dan 76% untuk mereka yang berusia 14-16 tahun.
                    Nestle Family Monitor (2003), yang melakukan survei pada 914 anak-
              anak usia 11 hingga 18 tahun yang bersekolah di sekolah negeri dan swasta di
              England dan Wales, melaporkan bahwa 4 dari 5 (83%) anak muda membaca
              buku di waktu luang mereka, dengan 16% anak yang membaca buku tiap
              hari. Hanya 1 dari 10 (11%) yang menyatakan tidak pernah membaca buku
              di luar jam sekolah. Ada 40% anak yang setuju dengan pernyataan bahwa
              buku sangatlah penting bagi mereka. Namun, ada sepertiga yang setuju
              dengan pernyataan bahwa mereka masih punya banyak hal yang lebih
              penting daripada membaca buku, dan ada seperempat dari mereka yang
              setuju dengan pernyataan bahwa mereka akan kecewa jika diberi hadiah
              berupa buku. Survei ini juga melaporkan bahwa anak perempuan membaca
              untuk kesenangan lebih banyak daripada anak laki-laki.
                      Sementara itu, menurut Vivian Howard (2006), di kalangan remaja
              urban waktu yang dulu digunakan untuk membaca buku, sekarang ini
              dihabiskan dengan bermain  game komputer,  surfi ng di dunia maya, dan
              berinteraksi dengan teman di chat-room. Tetapi, di Kanada kecenderungan
              yang berkembang agak berbeda. Studi yang berjudul  Reading and Buying
              Books for Pleasure, yang dilakukan oleh Canadian Heritage terhadap anak-anak
              yang berusia 16 tahun lebih menyimpulkan bahwa budaya membaca untuk
              kesenangan di Kanada telah terbentuk dengan mantap dan terus bertahan
              selama lebih dari 15 tahun.

                    Di Kanada, masalah perilaku membaca ini biasanya lebih banyak
              muncul pada anak-anak pada usia yang lebih muda, di bawah 16 tahun.
              Sejumlah studi internasional menyebutkan bahwa pada range usia kritis ini,
              mulai terjadi penurunan pleasure reading dan juga penggunaan perpustakaan
              (Howard, 2006). Sebagian besar studi yang telah dilakukan selama ini
              menunjukkan bahwa kegiatan membaca meningkat sampai umur 10-12
              tahun dan mulai menurun pada umur 13-14 tahun. Studi  Opening Doors
              yang dilakukan di Kanada melaporkan bahwa responden kelas 4 lebih
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69