Page 54 - index
P. 54
42 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
memiliki ruang dan peluang untuk melakukan dialog, dan mengembangkan
pertimbangannya sendiri secara personal berdasarkan pengalaman, dan
pilihan-pilihannya yang mandiri.
2.4 REMAJA URBAN DAN PERILAKU MEMBACA
Berbeda dengan aktivitas membaca di sekolah yang merupakan bagian
dari kegiatan belajar, kegiatan membaca untuk kesenangan (reading for
pleasure) yang berkembang di kalangan remaja urban dewasa ini cenderung
makin populer dan meluas, terutama ketika dunia penerbitan buku-buku
bacaan untuk pangsa pasar remaja juga makin atraktif dan menjadi bagian
dari sub-kultur budaya massa. Seperti dikatakan Wigfi eld & Guthrie, (1997:
404) bahwa belakangan ini, kenikmatan membaca telah menjadi aktivitas
sosial, budaya dan rekreasional, dan perkembangan membaca sebagai suatu
aktivitas yang menyenangkan telah makin berkembang dan memiliki caranya
sendiri.
Perkembangan industri penerbitan khusus anak-anak dan kawula
muda, diakui atau tidak kini telah berkembang menjadi ladang persemaian
gaya hidup. Majalah-majalah anak muda yang diperuntukkan khusus bagi
para ABG (Anak Baru Gede) yang mungkin tengah gelisah mencari identitas
dan citra diri ini, kini telah banyak beredar dengan kemasan yang tak kalah
mewah dengan media transnasional. Produk-produk budaya, tak terkecuali
buku bacaan, fi lm, majalah, media massa, pelan namun pasti telah ikut atau
bahkan berperan besar dalam membentuk youth culture (kultur anak muda),
dan sekaligus gaya hidup anak muda.
Di kalangan remaja urban, saat ini bisa ditanya kepada mereka siapa
yang tak pernah membaca buku Harry Potter, Twilight, Lord of the Ring, atau
buku-buku komik Manga dari Jepang dan Korea yang belakangan ini makin
mudah ditemui di berbagai toko buku berseiring dengan makin maraknya
fi lm-fi lm animasi dari kedua negara itu? Di kalangan remaja metropolitan ini,
khususnya yang berasal dari kelas menengah ke atas, tampak bahwa kegiatan
membaca buku-buku populer telah menjadi bagian dari gaya hidup (life style),
dan bahkan simbol status dalam pergaulan di antara sesama teman. Ada kesan
kuat bahwa bila seorang remaja tidak tahu dan tidak mengikuti perkembangan
komik-komik Jepang dan Korea, seperti karangan Asumi Hara, Maki Minami,
dan lain sebagainya atau tidak tahu kisah Harry Potter dan sejenisnya, seolah-

