Page 49 - index
P. 49
Perspektif Cultural Studies dan Studi-studi Terdahulu Tentang ... 37
saat yang sama semakin banyak pula yang diindividualisasikan (Strinati,
2007: 70).
Mengapa seorang remaja menyukai komik grafi s Manga, tetapi
mengapa pula remaja yang lain lebih gemar membaca komik grafi s Avatar
atau komik Korea? Mengapa seorang remaja tampak antusias membaca
novel romantis percintaan, tetapi di saat yang sama ada remaja lain yang
lebih menyukai membaca novel fi ksi yang didominasi cerita pertualangan?
Pada titik inilah, sebenarnya mulai disadari bahwa budaya populer pada
dasarnya bukan sesuatu hal yang memiliki kemampuan membentuk
konstruksi sosial orang per orang secara persis sama. Referensi sosial, selera,
dan karakteristik orang per orang, bagaimana pun akan ikut menentukan
dalam membentuk selera dan cita rasa.
2.3 MEMBACA SEBAGAI GAYA HIDUP
Dalam kajian Cultural Studies, sebuah aktivitas ekonomi dan sosial
seringkali dipahami sebagai dua hal yang tak terpisahkan. Perilaku seseorang
membeli, mengkonsumsi produk budaya dan memanfaatkannya, selain
dipengaruhi berbagai faktor sosial: kelas, perbedaan usia, gender, dan lain-
lain, yang tak kalah penting perilaku konsumsi acapkali juga dipengaruhi
dan dibentuk oleh gaya hidup. Yang dimaksud gaya hidup di sini adalah
adaptasi aktif individu terhadap kondisi sosial dalam rangka memenuhi
kebutuhan untuk menyatu dan bersosialisasi dengan orang lain. Gaya
hidup mencakup sekumpulan kebiasaan, pandangan dan pola-pola respon
terhadap hidup, serta terutama perlengkapan untuk hidup. Cara berpakaian,
cara kerja, konsumsi, termasuk pilihan bacaan, bagaimana individu mengisi
kesehariannya merupakan unsur-unsur yang membentuk gaya hidup. Gaya
hidup dipengaruhi oleh keterlibatan seseorang dalam kelompok sosial, dari
seringnya berinteraksi dan menanggapi berbagai stimulus di sana (Adlin
(ed.), 2006: 36-39).
Menurut Piliang (dalam: Adlin (ed.), 2006: 81), beberapa sifat umum
dari gaya hidup adalah: (1) gaya hidup sebagai sebuah pola, yaitu sesuatu
yang dilakukan atau tampil secara berulang-ulang, (2) yang mempunyai
massa atau pengikut sehingga tidak ada gaya hidup yang sifatnya
personal, dan (3) mempunyai daur hidup (life cicle), artinya ada masa
kelahiran, tumbuh, puncak, surut dan mati. Gaya hidup dibentuk, diubah,

