Page 46 - index
P. 46

34                                        Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              masyarakat kapitalisme yang dimaksud budaya adalah budaya populer
              atau budaya pop yang dihasilkan melalui teknik-teknik industrial produksi
              masa dan dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan kepada khalayak
              konsumen massa. Budaya massa adalah budaya populer, yang diproduksi
              industri budaya untuk pasar massal (Strinati, 2007: 12). Tujuan produksi
              budaya massa, seperti dikatakan Adorno (1991) sudah barang tentu adalah
              keuntungan. Industri budaya adalah salah satu wujud yang tersusun dari
              banyak bentuk produksi budaya komersial: praktik keseluruhan industri
              budaya mentransfer terang-terangan motif laba ke dalam bentuk-bentuk
              budaya (Lawrence & Phillips, 2002).

                    Untuk alasan komersialisasi, di mata kekuatan kapitalisme tidak
              hanya produk budaya yang perlu distandarisasi berdasarkan kategori-
              kategori instrumentalistik, bahkan selera dan cita rasa masyarakat pun
              dikemas dan dikonstruksi menurut logika pasar. Arus industri kebudayaan
              yang bertumpu pada pasar ini, dan atas nama segmentasi pasar, lantas ikut
              mengaburkan batas-batas perbedaan kelas, wilayah, profesi dan berbagai
              kemajemukan yang ada dalam masyarakat (Ibrahim (ed.), 2005: xx). Siapa
              pun, ketika menjadi sasaran iklan dan ditawari berbagai produk budaya
              populer, maka ia cenderung tak kuasa untuk menolak.
                    Dengan didukung teknologi informasi dan kekuatan media massa,
              proses massalisasi produk budaya yang ditawarkan kekuatan kapitalisme
              memang sulit ditolak. Keberhasilan industri kebudayaan, diakui atau tidak
              memang amat tergantung pada media massa. Di era global seperti sekarang
              ini, media massa sendiri telah tumbuh menjadi informasi yang tidak
              hanya memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, tetapi mengikuti
              standar dan logika yang hidup dalam industri budaya kapitalisme. Ia tidak
              hanya memoles produk budaya, tetapi dengan produk budaya itu lantas
              mengkonstruksi selera, cita rasa dan bawah sadar khalayak. Dan, sebagai
              output media yang penting adalah kebudayaan pop (Ibrahim (ed.), 2005: xxi).

                    Para pengkaji budaya Marxis seringkali mencoba memahami berbagai
              proses perubahan budaya yang terjadi, seperti kapitalisme cepat, budaya
              promosional atau budaya media yang intensitas persentuhannya ke
              masyarakat cenderung makin intensif. Media elektronik secara dramatis
              mempercepat dan mengintensifkan produksi dan distribusi ideologi,
              yang tidak dapat dipertimbangkan secara hati-hati, baris per baris, namun
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51