Page 43 - index
P. 43

Perspektif Cultural Studies dan Studi-studi Terdahulu Tentang ...       31


              dan tabloit, dan lain sebagainya sebagai satu paket produk industri budaya
              yang memasyarakat (lihat: Mudji Sutrisno (ed.), 2007).


              2.2  BACAAN SEBAGAI PRODUK INDUSTRI BUDAYA
                    Perubahan sosial paling mendasar di abad globalisasi seperti sekarang
              ini, tak lain dan tak bukan adalah perubahan ke arah masyarakat konsumer,
              yang menciptakan budaya konsumer dan gaya hidup konsumerisme. Jean
              Baudrillard, mencirikan masyarakat konsumer sebagai masyarakat yang
              di dalamnya terjadi pergeseran logika dalam konsumsi, yaitu dari logika
              kebutuhan menuju logika hasrat, yaitu bagaimana konsumsi, termasuk
              membaca menjadi pemenuhan akan tanda-tanda. Dengan kata lain orang
              tidak lagi mengkonsumsi nilai guna produk, tetapi nilai tandanya (Piliang,
              dalam: Adlin, 2006: 398). Seorang remaja urban yang membeli sebuah buku
              dan kemudian membacanya, oleh karena itu bisa dipertanyakan lebih jauh:
              apakah dia membeli dan membaca buku itu karena memang membutuhkan,
              atau karena lebih didorong hasrat untuk mengkonsumsi buku itu sesuai
              tampungan, budaya dan pengetahuannya tentang tanda-tanda.

                    Di lingkungan masyarakat modern dan didominasi kekuatan
              kapitalisme, Mazhab Frankfurt meyakini bahwa masyarakat mengkonsumsi
              produk-produk budaya umumnya tidak didorong karena kebutuhan, tetapi
              lebih disebabkan oleh konstruksi dan logika hasrat yang dibentuk oleh daya
              tarik budaya populer. Seperti dikatakan Adorno, kita hidup dalam suatu
              masyarakat komoditas, yakni masyarakat yang di dalamnya berlangsung
              produksi barang-barang, bukan terutama bagi pemuasan keinginan dan
              kebutuhan manusia, tetapi demi profi t atau keuntungan. Dalam pandangan
              Adorno, kebutuhan manusia terpuaskan hanya secara insidental, namun hal
              itu tidak mudah dihindari karena batas dan perbedaan antara realitas dan
              simulasi kenyataan yang dibentuk iklan dan media massa menjadi makin
              baur (lihat: Ibrahim (ed.), 2005: xxiv; Agger, 2003: 284).

                    Lebih daripada jenis produksi lainnya, industri budaya terlibat di
              dalam pembuatan dan peredaran produk budaya, yaitu teks yang memiliki
              pengaruh pada pemahaman manusia akan dunia. Manusia terpengaruh
              oleh teks-teks informasional, seperti surat kabar, program siaran berita,
              dokumentasi dan buku-buku analitikal, dan juga oleh hiburan. Film, serial
              TV, musik, buku bacaan, video game dan lain sebagainya memberi manusia
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48